KARTU MOBILY SAUDI ARABIA ALTERNATIF UNTUK MENELPON

1 min read

KARTU MOBILY SAUDI ARABIA ALTERNATIF UNTUK MENELPON

Wajar jika kita sedang melaksanakan ibadah Haji atau Umroh ada kerinduan kepada keluarga dan handai taulan di tanah air, tapi masalahnya adalah biaya yang mahal jika menggunakan kartu sim tanah air. Sms aja udah begitu malah apalagi dipakai untuk menelpon, belum lagi masalah rooming internasional, di isi pulsa 300 ribu seperti mengisi pulsa 10 ribu.  Inilah yang terkadang membuat para jamaah berpindah kartu sim dengan menggunakan jasa operator Saudi Arabia seperti Mobily atau Al jawwal sebab selain harga perdananya murah dan bisa mudah mengisi pulsa di kedai kedai seluler sekitar Masjidil haram.

 

Harga kartu selular perdana Mobily senilai 50 Real atau 125 ribu rupiah dan berisi pulsa 30 Real. Jika menggunakan kartu selular lokal, biaya sms dan telepon lebih murah dibanding menggunakan seluler negara kita. Tarif sms ke Indonesia all seluler hanya 0,5 Real sedangkan sesama seluler lokal hanya 0,25 Real, cukup murah bukan? Begitu juga jika kita akan menelpon keluarga di Indonesia,  biaya telpon ke Indonesia hanya 10 Real untuk 4 menitnya. Jika kita mau menelpon keluarga di Indonesia, kita harus tau dulu waktu di negara kita, karena perbedaan waktu antara Saudi dan Indonesia itu 5 jam. Misal kita menelpon keluarga jam 5 pagi maka di Indonesia jam 9 pagi. Kalau bisa pastikan jam berapa keluarga kita ada dirumah.

 

Kalau kita mau cari isi ulang juga mudah, tapi ingat bawalah kartu perdana ke tukang isi ulang, sebab mereka mengisi ulang bukan berdasarkan nomor handphone tapi berdasarkan nomor kartu, dan nomor kartu nya terdapat di kartu perdana. Voucher isi ulang pun bermacam macam harga, ada yang 10, 20, 30, 50 dan 100 Real. Tapi disana tidak ada isi ulang eletrik, semua serba voucher, harga sesuai voucher, tidak seperti di Indonesia, voucher 10 harga 12 ribu.

 

Kalau kita kurang jago berbahasa arab, sebaiknya minta kepada pembimbing untuk jadi penerjemah keinginan kita supaya kita bisa lancar sulancar dalam membeli dan mengisi pulsanya. Sebab terkadang tidak semua pedagang disana yang menguasai bahasa Indonesia.

 

Oya untuk jenis ponsel yang dibawa sebaiknya menggunakan frekwensi GSM karena frekwensi CDMA tidak dipergunakan disana. Kalau memang kita membawa CDMA terpaksa kita membeli handphone berbasis GSM, harganya hampir sama kok dengan di kita. Apalagi kalau kita pintar menawar.  Disana juga pedagang bukan hanya menjual handphone baru, yang second juga banyak, malah banyak merek yang aneh, mungkin ada jamaah dari negara lain yang kehabisan uang lalu menjual handphonenya

 

Jika kita mau membeli handphone sebaiknya yang ada kamera, supaya kita bisa berphoto ria selama disana, apalagi yang doyan selfi, pakailah memory card yang besar agar handphone kita bisa menyimpan ribuan photo. Cuma hati hati jika ingin selfi didalam masjid, terkadang suka ada polisi masjid yang tidak memperbolehkan photo photo didalam masjid.

 

Jangan lupa membawa charger saat pergi Haji atau Umroh supaya kita tidak repot pinjam pinjam, atau bawalah powerbank supaya bisa charger handphone kemana mana.  Barangkali aja saat battery handphone mau drop tiba tiba keluarga di Indonesia telpon kita. Akhirnya kita tidak bisa berkangen kangenan dengan keluarga. Atau saat kita mau selfi saat ziarah, jadi terlewatkan gara gara handphone drop.

2
amandameta