sabila ainur a wanderer and a writer

JIKA SHOLAT INGIN MENATAP KABAH, BEGINI HUKUMNYA

1 min read

JIKA SHOLAT INGIN MENATAP KABAH, BEGINI HUKUMNYA

Menginjakkan kaki di Mekah dan menatap Kabah tentu menjadi impian seluruh umat islam. Maka, saat seseorang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, kesempatan  tersebut tak akan disia-siakan. Segala hal yang berkaitan dengan pengalaman di tanah suci akan dilakukan termasuk menatap Kabah lama-lama. Tentu rasa takjub dirasakan saat menatap Kabah yang menjadi kiblat shalat seluruh umat islam di dunia itu. Bangunan yang dibuat oleh nabi Ibrohim dan putranya nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Tak ada salahnya mengagumi Kabah dan menatapnya lama-lama. Namun, bagaimana jika jamaah ingin menatap Kabah saat melaksanakan ibadah shalat?

 

Sebagai seorang jamaah yang tentu sudah rajin mengikuti berbagai pengajian demi membekali diri menunaikan ibadah haji, tentu perkara bagaimana seharusnya pandangan shalat sudah jamaah ketahui. Pandangan mata saat shalat ada dalam aturan shalat, yaitu aturan saat mengerjakan shalat. Selain aturan saat mengerjakan shalat, ada juga aturan sebelum shalat.

 

Nah, pandangan mata yang termasuk dalam aturan saat mengerjakan shalat ini dijelaskan harusnya mengarah pada tempat sujud. Aturan tersebut tentu berlaku untuk semua muslim tanpa terkecuali, termasuk tuna netra sekalipun. Hal tersebut sesuai dengan fatwa Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in yang sering dikutip oleh para guru dan ustadz. Kenapa pandangan mata seharusnya menatap tempat sujud? Alasannya adalah agar dalam mengerjakan shalat, seseorang bisa lebih khusyu’.

 

Selain menatap tempat sujud atau biasanya sajadah, ada sunnah lainnya terkait pandangan mata saat shalat yaitu menatap jari telunjuk ketika jari telunjuk terangkat saat tasyahud akhir. Memang dalam mengerjakan shalat, telah diatur bagaimana posisi seluruh anggota tubuh termasuk pandangan mata. Bahkan, jika seseorang melakukan gerakan di luar shalat lebih dari tiga kali, maka dapat membatalkan shalatnya.

 

Maka, sudah cukup jelas bagaimana jika jamaah haji atau umrah tetap menatap kabah saat shalat. Hal tersebut justru dapat membatalkan shalat karena tidak sesuai dengan aturan shalat yang seharusnya. Jadi, bagi para jamaah yang memang ingin menatap Kabah lama-lama tak dilarang asalkan saat tidak mengerjakan ibadah shalat. Tentunya ada waktu lain untuk bisa menatap Kabah untuk mengaguminya di luar dari waktu shalat. Baiknya tetap mengikuti aturan shalat, yaitu mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud. Jangan lupakan juga aturan shalat saat shalat lainnya seperti tidak boleh berbicara, tidak boleh tertawa, serta tidak boleh banyak bergerak.

2
sabila ainur
sabila ainur a wanderer and a writer