JEMURAN JAMAAH HAJI

1 min read

JEMURAN JAMAAH HAJI

Memang ini hal kecil yang banyak dilupakan dan kurang diperhatikan oleh banyak jamaah Haji, namun jemuran ini sangat penting dalam mendukung kekhusyuan kita saat beribadah. Betapa tidak? Pakaian yang kita bawa di koper tentu akan habis, jika setiap hari kita pakai, selain itu masa pelaksanaan Haji ini tidak seperti pelaksanaan Umroh yang hanya memakan waktu hanya kurang lebih 9 hari saja, tapi ibadah Haji bisa memakan waktu 20 hari bagi Haji khusus dan 40 hari bagi Haji reguler. Kita bisa bayangkan, bagaimana mungkin tas koper yang sekecil itu bisa membawa pakaian selama 40 hari?

 

Oleh sebab itulah maka jamaah Haji memang mau tidak mau harus mencuci pakaian mereka selama keberadaan mereka disana. Urusan mencuci memang urusan mudah karena Jamaah Haji dapat mencuci pakaiannya di kamar mandi maktab bersamaan dengan acara mandi pagi dan sore. Tapi yang menjadi masalah adalah urusan jemur menjemur. Sebab tidak semua pemondokan Haji baik di Makkah atau di Madinah menyediakan tempat untuk menjemur pakaian bagi jamaah Haji. Sehingga dalam urusan menjemur pakaian ini terlihat agak semrawut, karena terkadang jamaah Haji sembarangan menjemur pakaian, ada yang menjemur di kamar tidur yaitu di sisi tempat tidur, di jendela kamar, bahkan di kamar mandi.

 

Bagi maktab atau pemondokan Haji yang menyediakan tempat menjemur pakaian jamaah Haji, itupun adanya di lantai paling atas sekali dari gedung maktab atau pemondokan. Berarti jamaah harus antri untuk menaiki lift untuk menuju ke lantai 8.

 

Memang fenomena jemuran ini jadi kendala para jamaah Haji, sebab kebiasaan orang arab tidak seperti kebiasaan orang Indonesia yang tiap hari harus mengganti pakaiannya. Orang orang Arab kebanyakan mengganti pakaian mereka 2 atau 3 hari sekali. Dan umumnya mereka mencuci pakaian mereka di loundry terdekat.

 

Sebenarnya para jamaah bisa saja mencuci pakaian mereka di loundry sekitar pemondokan, tapi lagi lagi kendala bahasa membuat mereka enggan untuk menaruh pakaian mereka di loundry. Selain itu mereka terbiasa mencuci pakaian mereka sendiri. Oleh sebab itu ada beberapa tips bagi jamaah Haji atau Umroh dalam urusan yang satu ini :

 

1. Jangan lupa membawa tali jemuran dan paku. Manfaat tali jemuran ini bisa juga dipergunakan untuk mengikat tas koper yang tentunya telah berubah menjadi gendut saat akan kembali ke tanah air.

 

2. Bagi yang tidak terbiasa mencuci, carilah loundry terdekat. Tidak usah khawatir dengan bahasa sebab kebanyakan penduduk disana bisa bahasa Indonesia sedikit demi sedikit. Atau gunakan bahasa isyarat.

 

3. Tanyakan kepada petugas yang menjaga pemondokan atau maktab tempat kita, apakah pemondokan atau maktab ini menyediakan jasa pencucian, karena biasanya ada pekerja maktab yang buka usaha sambilan mencuci pakaian jamaah.

 

4. Jangan lupa membawa sabun deterjen dan sikat serta gantungan baju, kalau masalah setrikaan, kita bisa membeli di toko toko sekitar pemondokan atau maktab, atau kita bisa membelinya saat pulang dari menunaikan sholat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

6
dennistutuko