Desi Wulandari Buruh teks serabutan

JEMAAH HAJI DILARANG MASAK SENDIRI

1 min read

JEMAAH HAJI DILARANG MASAK SENDIRI

Buat jemaah yang dulu pernah mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, mungkin agak kaget dengan peraturan di Mekah saat ini. Ada banyak perubahan, juga peraturan terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk salah satunya pemondokan atau akomodasi bagi jemaah. Mulai tahun 2014, ada peraturan baru yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi, yaitu jemaah haji dilarang masak sendiri. Sejak saat itu, pemondokan atau penginapan tempat jemaah haji tinggal sementara di tanah suci ngga menyediakan dapur untuk memasak. Kalau mau membeli makan, jemaah bisa pergi ke kafetaria atau restoran yang disediakan oleh hotel. Biasanya dari pihak penyelenggara juga sudah menyiapkan katering tersendiri untuk jemaah.

Larangan ini pastinya bukan tanpa alasan. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peraturan dilarang memasak guna mencegah terjadinya kebakaran atau hal-hal serupa yang ngga diinginkan. Maklum, ngga semua jemaah haji pernah bermalam di hotel atau penginapan, sehingga bisa jadi mereka ngga mengerti bagaimana menggunakan perangkat hotel seperti alat-alat yang ada di dapur. Peraturan jemaah haji dilarang masak sendiri ini juga sudah disosialisasikan ke pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, jemaah yang ingin berangkat haji diberitahukan untuk ngga membawa beras, penanak nasi, atau lauk pauk yang berbau tajam, ikan asin misalnya. Imbauan ini sudah disampaikan jauh hari saat jemaah masih manasik haji di Indonesia.

Kalau sampai jemaah haji tetap memaksa untuk memasak nasi atau membawa masakan dengan aroma yang tajam, maka alarm yang ada di penginapan bakal berbunyi sebagai peringatan. Coba kamu bayangkan, cuma gara-gara bau ikan asin, heboh tamu satu penginapan. Buat jemaah haji yang berada di Mekah memang ngga disediakan makanan seperti ketika sedang di Madinah. Sebagai gantinya, jemaah dapat uang saku sebanyak 1500 Rial untuk membeli makan selama di Mekah.

Sistem ini diberlakukan juga sebagai ganti dari peraturan jemaah haji dilarang masak sendiri. Sedangkan di Madinah, jemaah dapat makanan gratis yang disediakan oleh penginapan, sebanyak dua kali sehari selama sembilan hari. Begitu pula di Arafah, Muzdalifah, dan di Mina. Jemaah haji asal Indonesia bakal dapat jatah makan dari pihak penyelenggara haji. Biasanya, pihak penyelenggara sudah bekerja sama dengan penyedia katering setempat. Sehingga menu makanan bisa menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jemaah jadi ngga perlu khawatir kalau kangen dengan masakan khas Indonesia.

2
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *