JAMAAH BAWA JIMAT, DICIDUK APARAT AMAA

1 min read

JAMAAH BAWA JIMAT, DICIDUK APARAT AMAA

Jimat masih sering dipakai oleh sebagian orang tertentu di Indonesia, karena dianggap membawa mukjizat bagi yang membawanya, jimat-jimat tersebut selain berfungsi untuk keselamatan juga ada yang dianggap mampu mendatangkan rezeki dan pengasihan. Biasanya jimat tersebut dibuat oleh para ustadz atau kyai sehingga mereka percaya hal itu tidak bertentangan dengan agama Islam. Namun kalau dibawa ke Tanah Suci tentu akan menimbulkan masalah.

 

Hal ini terjadi pada seorang jamaah haji asal Pamekasan Madura, dimana dia terpaksa harus berurusan dengan aparat Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan diharuskan membayar denda karena membawa jimat rajah. Karena kerajaan Saudi memang sangat ketat kepada sesuatu yang bisa membawa kemusyrikan. Jangankan jimat, wirid-wirid berjamaah saja sudah dianggap menyimpang dalam ajaran Islam di mata mereka.

 

Kejadian itu terjadi saat melalui proses imigrasi Bandara Madinah, sekitar pukul 00.10 waktu setempat, koper milik jamaah satu persatu diperiksa intensif dan pihak bandara menemukan koper salah satu jamaah membawa jimat rajah yang sudah dikemas secara rapih dalam kemasan tertutup. Fatalnya selain membawa jimat, jamaah tersebut membawa obat-obatan tradisional, sehingga jamaah Haji bersangkutan diinterograsi oleh aparat Madinah yang didampingi oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Airport Madinah, Mokhammad Abdul Mukhid di Sektor II Airport.

 

Petugas Bandara AMAA Madinah menilai barang yang dibawa oleh jamaah tersebut dikategorikan narkoba sehingga yang bersangkutan tengah melakukan sejumlah tes urine dan laboratorium untuk memastikan jamaah itu bersih. Menurut laporan itu, barang bawaan jamaah haji tersebut adalah jamu tradisonal dari sarang tawon yang dikeringkan dan bukan narkoba sebagaimana yang dinyatakan petugas Bandara Madinah. Jamu tersebut merupakan titipan dari seseorang yang belum diketahui identitasnya. Akhirnya jamaah Haji terkait masih ditahan di wilayah al-Hizam dan dikenakan denda sebesar 607 Riyal oleh pihak Bea Cukai Bandara AMAA Madinah.

5
dennistutuko