ITIKAF DI MASJIDIL HARAM

1 min read

ITIKAF DI MASJIDIL HARAM

Sayang banget jika kita membuang kesempatan berharga untuk menimba pahala di tempat sumber keutamaan yaitu Makkah dan Madinah. Karena ada beberapa keutamaan yang kita raih selagi kita berada disana dan pekerjaan ini sering banyak diabaikan oleh orang yang melaksanakan ibadah Haji atau Umroh yaitu Itikaf

 

Itikaf sendiri punya arti berdiam diri, namun secara terminology bahasa islam Itikaf itu artinya berdiam diri di masjid sambil merenungi kekuasaan Allah dan berzikir atau kegiatan kegiatan lainnya. Apalagi kalau dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebab keutamaan kedua masjid ini memang banyak disebutkan didalam beberapa hadist.

 

Selain itu ternyata Itikaf ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan dan perkembangan jiwa kita, karena dengan sarana Itikaf inilah kita bisa menghilangkan penyakit penyakit yang menggerogoti jiwa dan hati kita seperti riya, sum’ah, takabur dan lain lain sebagainya. Bahaya penyakit tersebut terkadang membuat sholat kita jadi tidak khusyu dan ikhlas bahkan bisa merusak keimanan kita kepada Allah Swt.

 

Sekalipun pemilik penyakit tadi jungkar balik melaksanakan ibadah sholat atau setiap bulan melaksanakan Umroh, penyakit tadi tetaplah bersemayam didalam jiwa dan hati kita. Hal ini bisa kita lihat, dimana banyak orang selesai melaksanakan haji masih bersifat takabur dan sombong kepada orang lain, masih bersifat riya dalam ibadah dan pekerjaannya.

 

Penyakit penyakit hati itu hanya bisa dihilangkan apabila pemiliknya mau menyisakan waktu sejenak dalam hidupnya, untuk merenungi kekuasaan Allah, membayangkan azab Allah yang sangat begitu pedih dan merenungkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dalam keadaan hening, jauh dari hiruk pikuk duniawi dan kemewahan serta kemegahan dunia. Baik itu masjid masjid Allah ataupun dirumahnya sendiri. Atau meluangkan waktunya untuk melakukan Itikaf di rumah rumah Allah dengan suasana sekeliling yang sedang berlomba meraih keridhoanNya.

 

Dengan Itikaf yang dilakukan secara continue atau terus menerus maka segala penyakit hati akan segera berguguran sehingga hati dan jiwa kita akan bersih ketika beribadah kepada Allah Swt. Kemudian dengan Itikaf ini juga bisa melahirkan kecintaan kepada Allah atau Mahabbah ilahiyah, lewat Mahabbah Ilahiyah inilah kita akan mudah mengatasi segala ujian dan permasalahan hidup yang kita hadapi.

 

Apabila Mahabbah ilahiyah atau kecintaan kepada Allah ini melekat didalam jiwa dan hati maka kita akan menganggap kecil setiap problematika hidup yang kita temui dan akan menjalani hidup ini dengan kenyamanan, ketenangan, serta penuh dengan keikhlasan. tapi perlu di ingat bahwa Itikaf ini adalah sebagai obat untuk mengobati keadaan, jika obat ini digunakan diluar dosisnya maka obat tadi akan berubah fungsinya menjadi racun yang mematikan

 

Ngomong ngomong tentang Itikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi caranya sangat mudah, cukup ketika kita masuk masjid melafadzkan niat “ Nawaitul I’tikafa madumtu fiihi “ artinya saya niat itikaf selagi saya berada disini. Ini sudah dianggap sah oleh Imam Syafi’i

 

Nah selagi kita Itikaf isilah dengan kegiatan seperti membaca Al quran, merenungi dosa dosa sambil lisan kita beristighfar, merenungi nikmat nikmat yang telah Allah berikan sambil mengucapkan Alhamdulillah, sholat sunnah dhuha, tahajud, hajat dan lain lain sebagainya.

 

Mungkin hal ini lebih baik daripada kita kembali ke hotel untuk tidur tiduran serta berleha leha. Sebab keberadaan kita di tanah suci merupakan kesempatan yang langka, ,mengingat umur, waktu dan harta adalah hak preogratif Allah.

6
amandameta