Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

ISTIMEWANYA BUAH TIN, BUAH YANG MENJADI NAMA SURAT DALAM AL-QURAN

1 min read

ISTIMEWANYA BUAH TIN, BUAH YANG MENJADI NAMA SURAT DALAM AL-QURAN

Pasar kurma memang sangat akrab di telinga jamaah haji atau umroh asal Indonesia. Sebab jamaah selalu diarahkan untuk mengunjungi pasar kurma saat berada di Madinah, baik untuk membeli kurma maupun buah lainnya seperti tin dan zaitun. Buah tin dan zaitun adalah salah satu buah yang namanya terdapat di dalam Al quran bahkan dijadikan nama surat. Dimana surat tersebut terdiri dari 8 ayat, dan dipermulaan suratnya Allah bersumpah dengan nama tumbuhan at-tin dan az-zaitun.

Ahli tafsir ada yang menafsirkan yang dimaksud at-tin adalah tempat tinggal Nabi Nuh yang dipenuhi dengan buah Tin. Sedangkan Zaitun adalah “Baitul Maqdis” yang banyak ditumbuhi buah zaitun. Terlepas dari berbagai tafsir mengenai nama buah tersebut, yang jelas nama tumbuhan ini tentu sangat penting. Indikasinya dijadikan sebagai qasam atau sumpah oleh Allah.

Tentu pohon ini penting artinya sehingga disebut dan dijadikan sumpah oleh Allah. Bahkan beberapa peneliti menemukan bahwa pohon ini disebut-sebut sebagai pohon yang penting artinya bagi banyak peradaban manusia, tidak hanya sebagai peningkatan ekonomi melainkan juga terkait dengan kesadaran religiusitas.

Menurut para ilmuwan, pohon at-Tin atau dalam bahasa latinnya disebut Ficus carica berasal dari family Moraceae, yakni kelompok tumbuhan yang sebangsa beringin. Nama lain dari tumbuhan ini adalah “Ara”. Pohon Ficus bisa tumbuh membesar dengan akar tunjang dan banir yang juga besar. Pohon ini memiliki akar yang turun ke bawah dengan fungsi untuk menyerap karbon dan lain sebagainya. Lalu, seiring dengan bertambahnya usia, akar yang menggelantung akan menghujam tanah dan menyerap protein untuk pertumbuhan pohon tersebut. Akar-akar yang turun ke bawah ini banyak dan makin membesar sehingga dapat menutupi pohon aslinya. Pohon ficus juga memiliki bunga dan buah yang tertutup. Jadi, yang kita kira sebagai satu buah ternyata merupakan penutup dari banyak bunga yang ada di dalamnya.

Hampir semua peradaban besar memiliki kepercayaan terkait dengan Ficus ini. Bangsa Mesir pun memiliki banyak kepercayaan terkait dengan pohon beringin. Pohon ini pernah dijadikan simbol kesuburan. Mengingat salah satu jenisnya, yakni Ficus sycomorus pernah menjadi komoditas pertanian di Mesir kuno. Mereka melatih monyet-monyet untuk memanen buah yang dihasilkan pohon tersebut. Mike Santhan mencatat bahwa saat Fir’aun meninggal, di mayatnya dipenuhi dengan buah dari pohon ini. Pertimbangannya adalah adanya kepercayaan ketika Dewi Hathor datang untuk menjemput jiwa yang meninggal akan disuguhi dengan buah pohon tersebut. Wallahualam..

Bangsa-bangsa lainnya pun memiliki kisah serupa dengan variasi cerita yang berbeda. Masyarakat India memiliki ritual terkait dengan kesuburan dan lain sebagainya dengan menggunakan pohon ini (Ficus benghalensis). Bahkan, disebut-sebut pohon tertua, yang dijadikan tempat meditasi Budha masih tumbuh di salah satu kuil yang ada di India. Bangsa Yunani pun demikian, Kaisar Aleksander pernah bernaung di bawah pohon ini. Seorang filosof yang juga pemerhati alam klasik dari Yunani, Theophrastus mengamati pohon beringin dan binatang penyerbuknya. Menurutnya, pohon ini memiliki satu serangga penyerbuk. Tiap jenis berbeda serangga yang menyerbuknya.


Nah, itulah beberapa cerita dari istimewanya buah tin. Dengan demikian maka ketika kita membaca surat at-tin, ingatlah di dalam kata tersebut ada perjalanan umat manusia, termasuk manusia Indonesia. Ayat tersebut tidak saja bercerita mengenai nama tumbuhan yang ada di Arab, melainkan dapat tumbuh di banyak wilayah, termasuk di Indonesia.

2
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *