Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

INI PERSYARATAN THAWAF YANG HARUS DIPATUHI JAMAAH

1 min read

INI PERSYARATAN THAWAF YANG HARUS DIPATUHI JAMAAH

Thawaf termasuk salah satu rukun haji dan umroh yang wajib hukumnya untuk ditunaikan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dalam menjalankan thawaf tentu ngga boleh sembarangan. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Jika tidak, maka ibadah thawaf bisa-bisa dinilai ngga sah. Inilah ragam persyaratan thawaf yang perlu untuk dicatat, dipahami dan pastinya dipraktekkan ketika kita mengelilingi Kabah di Mekkah.

 

1. Suci Dari Hadast Besar dan Kecil

 

Syarat satu ini berdasar sabda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa Allah takkan menerima shalat hamba-Nya yang dilaksanakan dalam keadaan tidak bersih atau suci dari hadats besar maupun kecil. Termasuk di antaranya adalah ibadah thawaf di Tanah Suci. Jadi, pastikan untuk menyucikan diri terlebih dahulu, baik dari hadats besar ataupun hadats kecil sebelum thawaf ya. 

 

2. Menutup Aurat

 

Dalam firman Allah QS Al-A’raaf ayat 31 disebutkan agar anak-anak Adam memakai pakaian yang indah tiap memasuki masjid. Dalam hadits Rasulullah dari Abu Hurairah bahwasanya Abu Bakar ash-Shiddiq pernah mengutusnya saat memimpin ibadah yang diperintahkan Rasulullah. Saat itu, Rasulullah menyampaikan larangan bahwa tak boleh ada orang musyrik yang menunaikan haji serta tak boleh juga ada orang thawaf tanpa busana. Jelas, kan, kalau thawaf harus dilakukan dengan aurat tertutup.

 

3. Tujuh Kali Putaran Sempurna

 

Persyaratan thawaf yang selanjutnya adalah harus dilakukan sebanyak tujuh kali putaran sempurna. Ngga kurang, ngga lebih, harus pas tujuh. Jamaah yang dengan sengaja meninggalkannya walau hanya sebagian, akan dinilai tidak sah serta harus disempurnakan alias diulang.

 

4. Dimulai dan Diakhiri di Hajar Aswad

 

Titik memulai dan mengakhiri thawaf sama-sama terletak di Hajar Aswad. Baitullah ada di sebelah kiri selama kita melaksanakan thawaf dan arah jalan akan berlawanan jarum jam. Rasulullah sendiri melakukan thawaf dengan menjamah Hajar Aswad berjalan di sisi kanannya, berlari-lari kecil sebanyak tiga putaran dan berjalan kaki biasa sebanyak empat putaran.

 

5. Harus Berurutan

 

Keseluruhan rukun haji termasuk thawaf harus dilakukan secara berurutan serta tidak diselingi pekerjaan lain. Jika hendak berhenti untuk melakukan wudhu ataupun sholat fardhu, maka istirahatlah sejenak lalu segera lanjutkan kembali rukun haji yang belum dilakukan. Lain lagi ceritanya kalau di tengah thawaf kamu melipir dulu beli oleh-oleh, maka kamu harus mulai thawaf lagi dari awal!

1
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *