Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

INI HUKUM PUASA 9 HARI DI BULAN DZULHIJJAH

1 min read

INI HUKUM PUASA 9 HARI DI BULAN DZULHIJJAH

Salah satu bentuk Maha Adilnya Allah adalah memberikan kesempatan bagi hambaNya yang tidak diberikan kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji dengan melakukan beberapa amal shaleh yang pahalanya juga tak kalah besar dengan ibadah haji. Maka umat Islam di bulan Dzulhijjah ini disunnahkan untuk melakukan amalan puasa sunnah selama sembilan hari, yaitu dimulai dari hari pertama di bulan Dzulhijah sampai tanggal sembilan Dzulhijjah.

Adapun dalil disunnahkannya puasa selama sembilan hari tersebut adalah hadis riwayat Hafsah Ra yang mana ia menceritakan: “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. adalah puasa di hari Asyura (tanggal 10 Muharram), sepuluh hari di hari di bulan Dzul Hijjah, puasa tiga hari di setiap bulannya (ayyamul bidh, tanggal 13,14 dan 15) dan dua rakaat sebelum salat subuh.” (HR. Ahmad, Annasai, dan Ibnu Hibban yang juga menilai shahih hadis tersebut).

Selain itu, terdapat pula riwayat Hunaid bin Khalid yang ia mendapatkan informasi dari salah satu istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. yang mengatakan: sesungguhnya Rasulullah selalu berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura’ (tanggal 10 Muharram) dan tiga hari setiap bulan, senin pertama di awal bulan dan dua kamis. (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Namun memang ada sebagian umat Islam yang melarang berpuasa sunnah dengan alasan bahwa Nabi tidak mengerjakannya yaitu hadist yang diriwayatkan imam Muslim riwayat Aisyah Ra., ia berkata: “Aku tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa di sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah) sama sekali.” (HR. Muslim).

Akan tetapi berdasarkan riwayat-riwayat yang seolah bertentangan tersebut, para ulama ahlussunnah wal jamaah mengatakan bahwa maksud dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak berpuasa di sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah tersebut adalah ada kemungkinan dikarenakan Nabi. sakit, bepergian dan sebagainya. Tidak melihatnya Aisyah Ra. berpuasanya Rasulullah, tidak bisa dijadikan indikasi bahwa tidak diperbolehkan puasa di bulan Dzulhijjah, karena memang berpuasa itu tidak harus selalu diperintahkan dengan cara yang jelas.

Selain itu menurut para ulama ahlusunnah waljamaah, berpuasa adalah bagian dari amal-amal saleh yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, khususnya di hari-hari yang paling dicintai Allah subhanhuwata’ala yang bertepatan di sepuluh hari bulan Dzulhijjah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas Ra., Rasulullah saw. bersabda:“Tidak ada hari-hari yang di mana amal saleh itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah ini, sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah saw. bukan jihad di jalan Allah? Nabi saw. bersabda: “Jihad di jalan Allah itu tidak lebih dicintai Allah kecuali orang laki-laki yang keluar dengan membawa diri dan hartanya dan ia tidak kembali dari peperangan dengan membawa apapun” (HR. Al Bukhari).

Oleh karena itu, puasa di sembilan hari pertama di bulan Dzulhijah ini hukumnya sunnah, bukan fardu. Namun di antara sembilan hari diawal Dzulhijjah tersebut, hari yang paling disunnahkan berpuasa adalah pada hari kesembilan Dzulhijjah.

2
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *