Desi Wulandari Buruh teks serabutan

INGIN ISTINJA TANPA AIR? BEGINI CARA DAN ADABNYA

1 min read

INGIN ISTINJA TANPA AIR? BEGINI CARA DAN ADABNYA

Pernah berada dalam situasi ingin bersuci atau istinja tapi nggak ada air yang bisa digunakan? Misalnya ketika sedang melakukan perjalanan mendaki gunung yang nggak ada sumber mata airnya atau berada di luar negeri dengan kamar mandi yang punya sistem “membersihkan diri” berbeda dengan di Indonesia. Solusi paling utama yang bisa dilakukan ketika ingin istinja tanpa air yaitu menggunakan tisu.

Meski nggak terbiasa buat dilakukan sehari-hari, istinja ternyata juga bisa dilakukan dengan batu, sekurang-kurangnya berjumlah tiga buah. Namun, bagaimana hukumnya bersuci dari hadas dengan menggunakan benda selain air? Beristinja dengan batu atau tisu bisa dikatakan hukumnya sah asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.

Para ulama sudah sepakat membolehkan pemakaian tisu untuk bersuci ketika sedang berada dalam kondisi ingin Istinja tanpa air dengan berlandaskan hadis dari Abdurrahman bin Yazid dari Salman radhiallahu anhu, bahwa: “Ditanyakan kepadanya, “(Apakah) Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu hingga ada beristinja?”, Abdurrahman berkata, “Salman menjawab ‘Ya’”. Sungguh beliau telah melarang kami untuk beristinja dengan tangan kanan, beristinja dengan batu kurang dari tiga buah, atau beristinja dengan kotoran hewan atau tulang.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadis tersebut, maka sudah bisa dipastikan bagaimana cara dan adab yang harus diperhatikan ketika berada dalam kondisi istinja tapi nggak menemukan sumber air untuk membersihkan diri.

Selain menggunakan tisu, Islam juga membolehkan untuk bersuci dengan menggunakan batu yang bersih. Alasannya karena batu dikatakan bisa menghilangkan wujud dari najis, sedangkan air berfungsi untuk membersihkan dan menghilangkan bekas tanpa bercampur dengan najisnya. Jumlah batu yang bisa digunakan yaitu minimal tiga atau lima buah, atau bilangan ganjil lainnya, yang penting dilakukan nggak kurang dari tiga kali usapan. Adab dalam istinja tanpa air yaitu nggak boleh menggunakan tulang, makanan, dan segala sesuatu yang dihormati. Kita juga nggak diperbolehkan untuk melakukan istinja dengan tangan kanan, kecuali dengan alasan tertentu seperti tangan kiri dalam keadaan patah atau sakit yang membuatnya susah digunakan.

Syarat lainnya ketika istinja dengan menggunakan batu yaitu batunya dapat membersihkan tempat keluarnya najis, najisnya belum kering, belum pindah, dan ngga terkena barang najis yang lain. Sedangkan istinja tanpa air selain batu harus memenuhi syarat barang yang digunakan istinja harus suci, termasuk benda padat, dapat menghilangkan serta dapat menyerap najis. 

3
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *