IBADAH HAJI MEMBENTUK SESEORANG BERJIWA DAKWAH

1 min read

IBADAH HAJI MEMBENTUK SESEORANG BERJIWA DAKWAH

Pelaksanakan ibadah haji sebenarnya membentuk seseorang agar memiliki jiwa dakwah, karena mereka disana dididik untuk senantiasa membenarkan agama Allah Swt. Kalimat Tauhid yang selalu dikumandangkan jika dicermati dan renungkan mengandung sebuah semangat untuk menegakkan Islam dimana pun berada.

 

Orang yang melaksanakan ibadah Haji seyogyanya telah tertanam dalam diri mereka untuk selalu berpegang teguh kepada dua petunjuk yang telah diwariskan oleh Rosulullah Saw yaitu Al quran dan Al hadist. Disana mereka telah melihat banyak peninggalan bersejarah dalam dunia Islam,  diantaranya Kabah yang dibangun oleh Nabiyullahh Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai alat pemersatu umat.

 

Seharusnya para jamaah Haji dan Umroh seharusnya terpanggil untuk mempersatukan umat Islam dinegerinya agar memiliki sebuah kekuatan yang hebat, pecah belahnya umat ini menjadikan musuh musuh Islam lebih mudah menghancurkan agama Islam. Jika setiap kelompok umat Islam masih merasa paling suci dan benar sehingga menyalahkan dan mengkafirkan sesama. Maka sampai kapanpun umat Islam tidak akan pernah bersatu dan Berjaya.

 

Begitu juga saat jamaah Haji melihat kota Madinah yang suasana penduduknya agak sedikit berbeda dengan penduduk Makkah. Penduduk Madiah begitu santun dan sopan serta halus, karena saat Nabi datang ke Madinah berdakwah dengan cara yang santun, penuh hikmah, pelajaran dan akhlak yang baik.

 

Dakwah memang seharusnya disampaikan dengan hikmah dan bijaksana, mungkin kita perlu belajar dari para wali terdahulu dalam menyebarkan agama Islam, sehingga Islam bisa tersebar kesuluruh penjuru nusantara. Dalam menyebarkan agama suci ini mereka tidak bersifat kaku tapi melalui pendekatan pendekatan yang persuasive.

 

Jika harus melalu perdebatan, mereka lakukan dengan cara yang terbaik, yaitu mengindari kalimat kafir, sesat dan engkau salah dan sejenisnya. Mereka benar benar mengamalkan tata cara berdakwah yang diperintahkan Allah dalam surat An-nahl.  Jikala ada perbedaan maka mereka berusaha sepakat dalam perbedaan.

 

Tempat tempat bersejarah yang dikunjungi selama di tanah suci sebenarnya pelajaran yang berharga agar kita tergerak untuk semangat berjuang membela agama ini, para sahabat yang gugur di medan peperangan berani mengorbankan jiwa dan raga serta harta hanya untuk menegakkan agama Allah dan menyelamatkan akidah yang benar.

 

Seorang Dai tidaklah harus seorang Ustadz atau Kyai yang hafal dalil dalil serta pandai berbicara, namun seorang Dai adalah orang yang berusaha mengajak orang lain agak tergerak untuk kembali kepada Allah dan RosulNya dalam setia detik detik kehidupannya, baik dalam langkah, gerak dan pemikirannya serta tindak tanduknya.

 

Seorang  Dai bisa juga berusaha mengajak umat untuk kebaikan dengan menunjukkan akhlak dan budi pekerti yang baik sehingga ia bisa menjadi suri tauladan dan contoh yang baik ditengah masyarakatnya. Semoga para jamaah Haji dan Umroh bisa mengambil pelajaran berharga dibalik ibadah dan apa yang mereka saksikan disana, sehingga perintah Haji ini dapat membentuk umat menjadi seorang yang berjiwa pejuang dalam agama.

8
dennistutuko