Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

HUKUM ZIARAH KUBUR DI MADINAH, SEPERTI APA?

1 min read

HUKUM ZIARAH KUBUR DI MADINAH, SEPERTI APA?

Salah satu agenda rutin dalam rangkaian perjalanan ibadah haji ialah ziarah menuju beberapa makam serta situs bersejarah Islam. Banyak juga nih jamaah haji yang ziarah ke Makam Baqi di sebelah Masjid Nabawi. Mumpung lagi di Madinah! Ziarah kubur memang perkara yang disyariatkan agar kita mengingat kematian. Tapi, kalau ditilik dari segi hukum, gimana sih sebenarnya hukum ziarah kubur ini?

Ziarah kubur sendiri merupakan sunnah Rasulullah. Tapi, ternyata muncul persoalan dalam menanggapi hadist tersebut di kalangan sebagian ulama. Ada golongan yang terang-terangan melarang kegiatan ziarah kubur. Alasannya sih, takut menjurus ke arah kemusyrikan. Apalagi, nggak sedikit peziarah yang memanfaatkan kesmepatan buat meminta pertolongan pada arwah orang alim. Ada lagi golongan yang menganjurkan ziarah dengan alasan menjalankan sunnah Rasulullah.

Salah satu dari beberapa alasan hukum ziarah kubur diperbolehkan di samping menjalankan sunnah Rasul ialah karena jiwa itu tidak mati. Menurut Ibnu Abdil Barr, diriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, “Tidaklah ada di antara orang Muslim yang lewat di dekat kubur saudaranya, yang dikenalnya selagi di dunia, lalu dia mengucapkan salam kepadanya, melainkan Allah mengembalikan rohnya kepadanya hingga dia membalas salamnya itu”. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dunia serta terbujur dalam kubur masih bisa mengetahui dan membalas salam.

Dalam Ash Shahihain diriwayatkan dari Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam, beliau memerintahkan untuk mengumpulkan korban perang Badr dari kalangan suku Quraisy lalu melemparkannya dalam lubang bekas sumur. Beliau kemudian berdiri mendekat pada mereka sembari memanggil namanya satu per satu. Saat ditanya oleh Ummar bin Khaththab mengapa beliau berbicara pada orang-orang yang telah menjadi bangkai, Rasulullah menjawab bahwa mereka masih mampu mendengarkan namun tidak mampu menjawab.

Diriwayatkan pula bahwa orang yang telah meninggal masih bisa mendengar suara sandal para pengiring jenazah ketika meninggalkan kubur. Nabi mensyariatkan agar ummatnya mengucapkan salam pada ahli kubur, sebagaimana salam yang diucapkan pada lawan bicara. Ucapan ini sendiri hanya akan layak disampaikan pada orang yang mendengar dan juga memikirkannya.

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata, “Rasulullah bersabda, ‘tidaklah seseorang menziarahi kubur saudarnaya dan duduk di sisinya, melainkan ia mendengarnya dan menjawab perkataannya, hingga dia bangkit’.” Nah, dari uraian di atas, jelas bahwa hukum ziarah kubur ialah sunnah dan diperbolehkan. Kita boleh banget ikut berziarah di makam para alim ulama, tapi harus tetap ingat aturan ya dan jangan sampai mengarah ke tindakan musyrik.


 


Image source: Caramudahkebaitullah.com

4
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *