Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

HUKUM SHALAT MENGGUNAKAN KAOS KAKI

1 min read

HUKUM SHALAT MENGGUNAKAN KAOS KAKI

Bagi jamaah Umroh, yang melaksanakan shalat lima waktu di Masjdil Haram atau Masjid Nabawi, bisa menggunakan kaos kaki jika memang tak sanggup menahan udara dingin saat musim dingin. Sebab umumnya pada puncak musim dingin yaitu pada bulan Desember, cuaca di Arab Saudi sangat tidak bersahabat dengan jamaah asal Asia Tenggara yang terbiasa berada di iklim tropis.

Memang secara hukum fikih yang sering dipelajari saat di pengajian pengajian, bahwa anggota sujud yang diajarkan oleh Rosulullah Saw ada tujuh bagian. Maka para ulama fikih mewajibkan tujuh anggota tubuh tersebut yaitu dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua kaki. Hal ini disebabkan, tidak bisa disebut sujud tanpa meletakan kedua kaki. Sampai sini tidak ada masalah. Tentu kewajiban ini berlaku dalam kondisi normal tanpa uzur.

Kemudian bagaimanakah jika kita sujud dengan mengenakan kaos kaki atau sepatu khuf sehingga kedua kakinya tertutup terutama pada saat musim dingin tiba. Di sini para ulama berbeda pendapat. Mereka memisahkan peletakan kaki saat sujud dan menutup keduanya.  Berangkat dari masalah ini seorang ulama besar asal Suriah yaitu Syekh Wahbah Azzuhaily berpendapat : “Tidak ada perbedaan pandangan di kalangan ulama perihal ketidakwajiban pembukaan dua lutut (saat sujud) agar tidak membawanya pada keterbukaan aurat. Keterbukaan kedua kaki dan kedua tangan tidak wajib, tetapi dianjurkan untuk keluar dari perbedaan pandangan di kalangan ulama.”

Selanjutnya beliau juga menjelaskan : “Ulama Madzhab Syafi‘i dan Madzhab Hanbali sepakat atas kewajiban sujud dengan tujuh anggota tubuh seperti disebutkan pada hadits di atas. Bagi Syafi‘iyah, peletakan hidung bersama dahi dianjurkan. Sementara bagi Hanbaliyah, peletakan sebagian sisi hidung itu wajib. Syafi‘iyah mensyaratkan sujud dengan perut telapak tangan dan perut jari kedua kaki. Artinya peletakan satu sisi dari setiap tujuh anggota tubuh seperti dahi itu sudah memadai. Hitungan (sujud) dengan kedua tangan terletak pada perut telapak tangan baik perut jari maupun telapak tangan. Sementara (sujud) dengan kedua kaki dihitung pada perut jarinya sehingga sujud dengan punggung kaki atau tepi kaki dianggap tidak memadai,”  (Al-fiqh Al islami wa Adillatuh).

Sementara itu Ibnu Daqiq Al-Ied mengatakan, ‘Ulama sepakat bahwa keterbukaan kedua lutut (ketika sujud) tidak wajib karena dikhawatirkan tersingkap aurat. Sedangkan ketidak wajiban terbukanya kedua kaki didukung sebuah dalil halus di mana Nabi Muhammad Saw pada suatu ketika mengusap khuf (sejenis kaos kaki rapat dari kulit) tetap mengenakannya dalam shalat. Seandainya keterbukaan kedua kaki itu wajib, niscaya pencopotan khuf juga wajib yang menuntut pembatalan kesucian lalu membatalkan shalat,”

Kesimpulannya, bahwa orang yang shalat dengan mengenakan kaos kaki ini tetap sah dengan dalil bahwa Rasulullah Saw pernah mengenakan khuf saat shalat.

2
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *