Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

HUKUM MEMAKAI CINCIN SAAT UMROH

1 min read

HUKUM MEMAKAI CINCIN SAAT UMROH

Batu akik sekarang ini masih jadi tren di tengah masyarakat. Walau jumlah penggemar sudah mulai turun, tapi masih bisa dilihat banyak jamaah umroh yang berangkat menjalankan ibadah dengan menggunakan cincin batu akik. Bahkan, ada juga yang memakai dua sampai tiga cincin sekaligus, berderet di jari-jarinya. Tapi, sebenarnya bagaimana hukum memakai cincin ini? Boleh ngga sih dipakai pas lagi ibadah umroh di Tanah Suci? 

 

Ngga usah panik karena memakai batu cincin sebenarnya diperbolehkan kok dalam Islam. Banyak hadist yang menerangkan batu cincin yang dikenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ssalam. Diriwayatkan dalam HR Muslim bahwa cincin Rasulullah terbuat dari batu perak, sementara mata cincin dari Habasyi.

 

Apa sih batu Habasyi itu? Artinya, batu ini adalah sejenis batu akik. Asalnya adalah dari tambang batu di sekitar Habasyi dan Yaman. Tapi, ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa batu mata cincin ini memiliki warna seperti orang Habasyi, yaitu kulit hitam. Sementara dalam Shahih al-Bukhari terdapat suatu riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik di mana mata cincinnya dibuat dari perak. Nah, dalam pandangan Ibnu Abd al Barr, pandangan tentang mata cincin perak inilah yang paling sahih.

 

Keterangan lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mata cincin Habasyi adalah jenis batu zamrud di Habasyi yang warnanya hijau dan bermanfaat dalam menjelaskan pandangan serta menjernihkan mata.

 

Terus, bagaimana hukum memakai cincin ini sebenarnya? Menurut Imam Syafi’i, hukum pemakaian batu mulia serta batu akik, termasuk zamrud dan yaqut, adalah diperbolehkan. Tapi, kita tetap tidak boleh menggunakannya secara berlebih-lebihan dan dengan tujuan untuk menyombongkan diri. Jadi, selama kita memakainya secara wajar, maka ngga masalah kok menggunakan cincin batu akik sehari-hari, bahkan untuk umroh.

 

Lebih jauh, Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm menegaskan bahwa ia ngga memakruhkan laki-laki yang memakain mutiara untuk tujuan etika karena ngga termasuk perbuatan haram. Satu-satunya perkara yang membuat pemakaian batu akik ini dimakruhkan adalah apabila dipakai untuk berlebih-lebihan dan menyombongkan diri.

 

Jadi, silakan saja berangkat umroh dengan menggunakan batu cincin, sepanjang kita melakukannya untuk mengikuti Rasulullah dan bukan demi pamer ke jamaah lain. Niat yang menyimpang akan membuat segala sesuatu yang dilakukan menjadi haram, termasuk pakai cincin batu akik yang dengan sengaja dipamerkan agar semua jamaah umroh bisa melihatnya. Wallahu'alam bishawab..

7
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *