Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

HUKUM BERDOA DENGAN BAHASA SENDIRI KETIKA UMROH

1 min read

HUKUM BERDOA DENGAN BAHASA SENDIRI KETIKA UMROH

Doa adalah salah satu perintah Allah untuk menunjukkan ketidakmampuan seorang hamba dihadapan Penciptanya.Tapi seperti yang kita ketahui, doa-doa dalam Islam dituliskan menggunakan bahasa arab. Nah, yang jadi pertanyaannya, apakah doa ini harus menggunakan bahasa Arab? Lalu bagaimana jika ada sebagian umat Islam yang tidak bisa berbahasa Arab? Boleh kah berdoa dengan bahasa sendiri terutama ketika umroh?

 

Makkah dan Madinah memang menjadi tempat yang mustajab untuk berdoa, sebab kedua kota tersebut adalah kota yang menyimpan banyak sejarah di mana Nabi nabi terdahulu di ijabah doanya oleh Allah. Selain itu karena banyaknya orang yang beribadah menjadi salah satu penyebab doa terkabul.

 

Sebenarnya dalam Islam, berdoa sangat disunahkan menggunakan Bahasa Arab karena doa-doa yang terdapat dalam Alquran dan Hadis adalah dalam Bahasa Arab. Namun demikian, bagi yang tidak bisa berbahasa Arab, jangan sedih. Boleh juga kok berdoa dengan bahasa lain yang dia kuasai dan mengerti. Bahkan dengan isyarat pun diperbolehkan jika memang orang tersebut tidak bisa bicara. Sebab, seperti dalam QS Al Baqarah 286 disbeutkan, bagaimanapun juga Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.

 

Menurut seorang ulama besar seperti Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa menjelaskan, berdoa bisa dengan Bahasa Arab dan boleh dengan selain Bahasa Arab. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang dimaksud oleh orang yang berdoa dan apa tujuannya, sekalipun orang tersebut tidak lancar berbicara. Sebab, Dia Maha Mengetahui hiruk pikuknya berbagai suara dengan segala corak perbedaan bahasa berikut bermacam-macam kebutuhannya.

 

Sementara dalam fatwa yang dikeluarkan oleh Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta‘ (Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia, disebutkan, “Boleh bagi seseorang berdo’a kepada Allah Swt dengan bahasa yang dia mengerti, baik itu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Urdu, ataupun bahasa bahasa lainnya.”

 

Oleh karenanya jamaah Haji atau Umroh yang ingin berdoa di Makkah ataupun Madinah, tidak usah ragu untuk berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah masing masing. Karena hajat atau kebutuhan setiap orang berbeda beda maka berdoalah dengan bahasa yang dikuasai. Carilah tempat dimana doa di ijabah oleh Allah seperti Multazam, Hijir Ismail atau Maqom Ibrahim jika berada di Makkah. Namun yang perlu diperhatikan adalah doa bukan saran untuk memperturutkan hawa nafsu tetapi saran untuk menunjukkan ketidak berdayaan kita dihadapan Allah.

3
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *