Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

HINDARI KELUH KESAH DI TANAH SUCI, INI ALASANNYA

1 min read

HINDARI KELUH KESAH DI TANAH SUCI, INI ALASANNYA

Allah subhanahu wa ta’ala telah membekali tiap hamba-Nya dengan beragam sifat-sifat baik maupun buruk. Salah satu dari beberapa sifat buruk manusia adalah berkeluh kesah, alias perasaan seolah-olah hidup tuh berat banget dan nggak mampu menjalaninya. Walaupun termasuk dalam sifat manusia, tapi sebenarnya Allah sangat melarang tiap orang yang beriman untuk berkeluh kesah. Tiap persoalan serta ujian yang diberikan Allah pastilah ada jalan keluarnya. Saat kita sedang menjalani ibadah haji atau umroh, keluh kesah di Tanah Suci ini sangat nggak dianjurkan. Tanya kenapa?

 

Tanah Suci ibarat sekolah di mana kita belajar sabar dan tawakal. Itulah mengapa keluh kesah saat di sini sangat dilarang karena harusnya kita banyak-banyak memanjatkan syukur. Nggak semua Muslim seberuntung kita lho dan bisa melakukan perjalanan ibadah ini. Biayanya mahal dan jamaahnya harus punya tenaga prima. Gantilah keluh kesah itu dengan syukur karena syukur akan membuat orang makin kaya, kuat dan sehat serta bertambah rezekinya. Keluh kesah justru akan membuat kita tambah galau dan capek, plus menjauhkan kita dari Allah.

 

Selain menghindari keluh kesah di Tanah Suci, kita juga sebaiknya nggak berbohong walau kebohongan kecil sekalipun. Sering berbohong bisa berujung pada dibohongi orang lain, lho. Jujur aja, karena jujur adalah salah satu sifat Nabi dan Rasul yang wajib kita teladani. Mengingat keberadaan kita di Tanah Suci sendiri adalah bentuk napas tilas perjalanan dakwah Nabi serta Rasul, maka disarankan banget untuk nggak berbohong pada orang lain.

 

Amalan buruk lain yang harus dihindari di Mekkah dan Madinah ialah mencaci orang lain walaupun kita nggak suka orang itu dan dalam keadaan lelah setelah rangkaian ibadah seharian. Mencaci ataupun mengejek orang bukanlah ajaran Rasulullah melainkan ajaran setan. Orang yang mencaci juga nantinya harus bisa dong menerima cacian orang, biar impas! Supaya nggak mudah melontarkan cacian, ubahlah rasa benci dalam hati menjadi rasa cinta. Ingat-ingat aja kalau tiap orang pasti memiliki kekurangan, baik dari segi sifat maupun fisiknya.

 

Sekecil apapun niat buruk dalam hati, apalagi sampai dilakukan, pasti masuk dalam catatan amal buruk dan kelak dapet balasannya. Nggak ada satupun yang bakal luput dari pantauan-Nya. Ada banyak malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat tiap perbuatan kita. Mereka juga tahu semua perbuatan yang kita lakukan. Jadi, kurang-kurangin deh keluh kesah di Tanah Suci dan perbanyak syukur. Nggak susah kok dan pastinya mendatangkan pahala. 

1
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *