Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

GUA HIRA, SAKSI BISU TURUNNYA WAHYU

1 min read

GUA HIRA, SAKSI BISU TURUNNYA WAHYU

Gua Hira pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, di sinilah Nabi Muhammad pertama kali menerima wahyu dari Malaikat Jibril. Gua ini sendiri letaknya ada di sebuah tebing yang curam. Untuk mencapai gua yang letaknya kira-kira 4 meter di puncak gunung tersebut akan dibutuhkan tenaga yang kuat. Medan yang sulit membuat Rasulullah kerap menyendiri dari tengah masyarakat Arab Saudi yang kala itu masih belum mengenal ajaran Islam. Saat tengah menyendiri itulah datang Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama untuknya.

Gua ini sendiri ada di Jabal Nur yang berarti Gunung Cahaya. Lokasinya berjarak kira-kira 6 km di sebelah utara dari Masjidil Haram. Ketinggian gunung ini kira-kira 281 meter. Memang nggak terlalu tinggi sih, tapi untuk mencapai puncaknya harus melalui medan yang cukup berat. Bebatuan terjal serta kemiringan yang cukup tajam jadi halangan tersendiri buat mencapai puncaknya. Waktu tempuh mencapai puncak kira-kira adalah 1 jam lamanya. Butuh fisik yang kuat buat mendaki Jabal Nur.

Letak gua sendiri nggak persis di puncak Jabal Nur, tapi harus turun sedikit dari bagian gunung, baru deh sampai di guanya. Posisi mulut gua ada di belakang sebuah batu besar dan sempit yang tingginya kira-kira 2 meter. Bagian ujung kanan gua memiliki lubang kecil di mana kita bisa memandang kawasan bukit serta gunung arah Mekkah. Gua Hira nggak terlalu besar ukurannya, walau nggak bisa dibilang sempit juga. Interior gua hanya bisa menampung dua orang yang mau sholat.

Mengunjungi gua ini nggak termasuk dalam rangkaian ibadah haji. Tapi, nggak sedikit juga jamaah haji yang memilih untuk mendaki Jabal Nur. Alasannya sih untuk napak tilas perjalanan Rasulullah saat menerima wahyu pertamanya. Banyak juga jamaah haji yang sudah terbilang berumur tapi masih semangat buat melihat sendiri bentuk gua yang jadi saksi bisu turunnya wahyu. Antrian jamaah cukup panjang karena mereka bukan cuma mau lihat guanya tapi juga sholat di sana.

Padahal nih, nggak dianjurkan dalam agama mendatangi Gua Hira. Jadi kalau kita merasa fisik sudah nggak kuat, ya jangan dipaksakan.  Kalau pun mau pergi melihat gua ini, niatkan untuk hanya sekedar melihat serta mengetahui kondisi gua yang digunakan Rasulullah untuk berdiam diri serta mendapat wahyu pertama. Jangan niat syirik, ya! Tunaikan sholat sunnah sebagai bentuk syukur serta terimakasih pada Allah, karena kesempatan-Nya kita bisa sholat di lokasi tersebut.

 


images: okezone.com

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *