Desi Wulandari Buruh teks serabutan

ETIKA SAAT DI MASJID NABAWI DAN MASJIDIL HARAM

1 min read

ETIKA SAAT DI MASJID NABAWI DAN MASJIDIL HARAM

Selain sebagai tempat ritual keagamaan, masjid menjadi sarana penting dalam membentuk karakteristik umat Islam dan menyebarkan syiar Islam. Masjid juga merupakan tempat yang suci dan dianggap sebagai rumah Allah SWT. Oleh karena itu, ada etika saat di masjid yang perlu diperhatikan, termasuk ketika berangkat ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apa aja ya etika yang perlu diperhatikan? 

 

1. Disunahkan untuk berwudhu dari rumah sebelum berangkat ke masjid. Kalau wudhunya batal di pertengahan jalan, bisa mengambil wudhu lagi ketika sudah sampai di masjid.

2. Gunakan pakaian yang sopan, rapi, suci, tapi ngga perlu berlebihan. Persiapkan dirimu dengan baik sebagai penghormatan karena ingin menghadap dan berdoa kepada Allah SWT.

3. Membaca doa sebelum melangkah keluar dari hotel atau penginapan saat ingin pergi ke masjid. Doanya berbunyi sebagai berikut. “Bismillahi tawakaltu alalloha walahaula walaquwwata illabillah”.

4. Berjalan menuju masjid dengan tenang dan ngga perlu terburu-buru supaya nafas tetap teratur dan ngga mengganggu kekhusyukan ketika salat.

5. Ketika sampai di teras masjid, lepas sandal dimulai dari kaki kiri. Sesuai hadis Nabi Muhammad SAW “Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan dan jika melepas mulailah dengan kaki kiri” (HR. Ibnu Majah).

6. Sedangkan etika saat di masjid disunahkan mendahulukan melangkah dengan kaki kanan sambil membaca doa, yaitu “Allahummaf tahlii abwaba rohmatika”.

7. Biasanya sebelum kita duduk di masjid disunahkan untuk melaksanakan salat Tahiyatul Masjid sebanyak dua rakaat. Namun berbeda ketika berada di Masjidil Haram, sebagai ganti salat Tahiyatul Masjid kita disunahkan buat melakukan Tawaf Ziarah sebagai penghormatan kepada Masjidil Haram seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi. Sedangkan untuk di Masjid Nabawi, salat Tahiyatul Masjid ini tetap disunahkan. Bahkan diutamakan melaksanakan salat Tahiyatul Masjid di Raudhah terlebih dahulu baru setelah itu berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

8. Etika saat di masjid ketika menunggu waktu antara azan dan iqomah, yaitu dilakukan dengan cara membaca Al-Quran, berzikir, dan berdoa sambil memohon ampunan. Karena seperti disebutkan dalam hadis, “Doa di antara azan dan iqomah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212).

9. Imam Syafii mengatakan bahwa diperbolehkan meniatkan diri untuk iktikaf walaupun waktunya cuma sebentar, misalnya setelah salat wajib. Niatnya yaitu, “Nawaitul iktikafa madamtu fiihi” yang artinya, “Saya niat iktikaf selagi saya sedang berada di sini”.

 

Itulah beberapa etika saat di masjid Nabawi dan Masjidil Haram yang perlu diperhatikan. Sebetulnya, etika tadi juga penting lho diterapkan ketika lagi di masjid mana aja. Kan semua masjid sama-sama suci dan sama-sama rumah Allah. Setuju? 

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *