Salsabila A a wanderer and a writer

DILARANG WIRID SETELAH SHOLAT DI TANAH SUCI, BENARKAH?

1 min read

DILARANG WIRID SETELAH SHOLAT DI TANAH SUCI, BENARKAH?

Apakah biasanya setelah sholat kamu langsung pergi meninggalkan tempat? Mungkin tidak, karena kamu sudah terbiasa wirid atau zikir dulu. Wirid setelah sholat adalah kegiatan yang memang biasa dilakukan oleh umat islam Indonesia. Justru biasanya yang tidak mengerjakannya hanya orang-orang yang terburu-buru, selesai sholat langsung berdiri dan meninggalkan tempat. Kalau sedang tidak terburu-buru, justru jadi aneh kalau kamu atau orang lain langsung pergi setelah sholat. Kamu merasakannya juga ngga? Alasan umat islam Indonesia memiliki kebiasaan ini yaitu karena mayoritas umat islam di Indonesia merupakan pengikut mahzab Imam Syafi’i. Bukan cuma wirid sendirian saja, bahkan kegiatan ini juga dilakukan dengan berjamaah dipimpin oleh imam. 

 

Nah, kalau nanti kamu memiliki kesempatan untuk berangkat haji, kamu perlu berhati-hati dengan kebiasaan yang satu itu. Kenapa? Alasannya, karena di tanah suci kebiasaannya sedikit berbeda. Di setiap masjid di Mekkah dan Madinah tidak ada wirid setelah sholat. Kenapa bisa begitu? Alasannya karena dalam menjalankan ibadah, mereka sangat berhati-hati. Mereka tidak mau jika ibadah yang dilakukan tidak ada dalam Al-quran dan Hadist. Seperti itulah pemahaman umat islam di Saudi.

 

Tapi, memang tidak dilakukannya wirid setelah sholat di Mekkah dan Madinah juga merupakan keputusan yang bijak. Coba bayangkan saja jika semua orang yang sholat di Masjidil Haram maupun Masjidin Nabawi melakukan wirid setelah sholat. Tentu antrian untuk masuk ke dalamnya akan makin sesak saja karena orang yang sudah di dalam masjid lama tidak keluar.

 

Kamu yang sudah terbiasa wirid setelah sholat saat di tanah air, tak perlu khawatir. Sebab wirid atau zikir tersebut sebenarnya memang bukan wajib. Tapi, kalau kamu memang sangat ingin melakukannya di tanah suci, ingat beberapa hal ini:

 

  1. Kamu bisa mencari tempat yang nyaman untuk wirid.
  2. Usahakan juga tempat yang kamu pilih tidak mengganggu lalu lalang jamaah lain masuk ke masjid.
  3. Jangan melakukan wirid dengan suara keras. Bacakan saja pelan asal terdengar telinga kita sendiri.
  4. Jangan zikir atau wirid secara berkelompok, karena hal itu dilarang oleh pihak keamanan masjid. Mereka menganggap wirid berkelompok sebagai hal yang mengada-ada dan hukumnya sesat.

 

Tapi, perbedaan antara kebiasaan wirid setelah sholat di tanah air dengan di tanah suci tak perlu diperdebatkan ya. Perbedaan itu hanya disebabkan oleh perbedaan dalam penggunakan metode pengambilan hukum saja. Jika umat islam di Indonesia mengikuti mahzab Imam Syafi’i, maka umat islam di Saudi mengikuti pendapat-pendapat dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau dikenal dengan paham atau mahzab Wahabi. Perbedaan seperti itu tidak perlu memecah belah kita semua. Yang perlu dilakukan adalah saling menghargai kebiasaan masing-masing.

 

Nah, karena kita yang bertamu ke Saudi, maka yang paling bijak adalah kita sebagai tamu yang mengikuti kebiasaan di sana. Toh kita masih bisa melakukan wirid setelah sholat asal dengan tata cara yang tidak mengundang masalah di sana. Yaitu asal tidak dilakukan berjamaah dan tidak bersuara keras.

 

 

Oleh: Khaerunisah 

 

 

image: https://islami.co/

7
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *