BUAH BUAHAN DI MAKKAH DAN MADINAH

1 min read

BUAH BUAHAN DI MAKKAH DAN MADINAH

Jikalau kita belum menginjakkan kaki di kota suci Makkah dan Madinah, akan terlintas dibenak kita bahwa jamaah Haji dan Umroh pasti akan merasa kesulitan untuk mencari buah buahan di daerah yang tandus, gersang dan panas tersebut. Bagaimana mungkin logika kita akan menerima jika pohon pohon buah dapat tumbuh di daerah padang pasir yang jarang turun hujan dan bertanahkan batu cadas.

 

Selain situasi dan kondisi yang panas, Makkah dan Madinah juga merupakan daerah yang jarang sekali turun hujan, tentu tidak seperti di negeri kita yang setiap saat turun hujan bahkan sampai banjir. Oleh karena itu segala macam bentuk tumbuhan dan pohon tumbuh subur, Namun negeri padang pasir ini hanya memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim dingin, dan jika musim panas tiba bisa mencapai setengah air mendidih suhunya.

 

Tetapi inilah yang dinamakan keberkahan Allah, sekalipun tidak ada pohon buah tumbuh tapi Makkah dan Madinah tidak pernah kekurangan buah buahan untuk dikonsumsi oleh penduduknya, bahkan toko toko yang menjual buah buahan seakan tidak pernah mengenal musim, selalu tersedia setiap hari bulan dan tahun.

 

Hal ini bisa kita lihat saat kita menelusri setiap lorong jalan menuju Masdil Harom maupun Masjidin Nabawi, selalu akan kita temui toko yang menjual sayur mayur disertai dengan buah buahan yang segar, masalah harga pun tidak jauh berbeda dengan harga pasaran di Indonesia.

 

Toko yang menjual beraneka macam buah dan sayur mayur ini bertuliskan Baqoliyaat di depan tokonya, saat kita bertanya kepada penduduk lokal disana maka semua akan tau keberadaan toko tersebut yang jumlahnya begitu banyak. Toko ini memang menyediakan aneka macam sayur dan buah bagi penduduknya dan Jamaah Haji atau Umroh.

 

Sungguh mengherankan bukan? Tapi inilah kenyataan yang ada, karena semua tidak terlepas dari campur tangan Allah. Artinya semua yang tidak mungkin menurut manusia itu bisa mungkin menurut Allah, keberkahan yang Allah berikan kepada penduduk Makkah dan Madinah juga disebabkan doa Nabi Ibrohim dan Nabi Ismail setelah selesai keduanya membangun Kabah.

 

Disebutkan bahwa seusai Nabi Ibrohim membangun Kabah, beliau berdoa kepada Allah agar anak cucunya kelak dilimpahkan rezeki dan keberkahan, dan kota Makkah diberikan kemulyaan serta perlindungan. Ini memang doa seorang bapak yang sulit dicari tandingannya di masa kini, karena Nabi Ibrohim sebagai seorang bapak tidak hanya mendoakan dirinya dan keluarganya saja, tetapi juga mendoakan anak cucunya kelak agar diberikan petunjuk, keberkahan dan rezeki.

 

Jadi bagi kita yang akan mencari buah buah di kota Makkah dan Madinah, selain di toko yang bertuliskan Baqoliyaat, kita juga bisa datang ke pasar sayur dipinggir kota, mungkin kita bisa lebih puas untuk memilih dan membeli beraneka macam sayur dan buah. Bilang saja kepada supir taksi untuk minta di antar ke Suuq hadrowat.

 

Mudah mudahan kita bisa mengambil ibroh dan pelajaran dibalik keberadaan sayur dan buah buahan di Makkah dan Madinah, bahwa ternyata doa orang tua untuk anak keturunannya juga sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan, juga mengingatkan kita bahwa keberkahan ini bisa menjadi sarana untuk mempermudah pendekatan diri kita kepada Allah.

11
amandameta