BIAYA UMRAH NAIK SETELAH MUSIM HAJI

1 min read

BIAYA UMRAH NAIK SETELAH MUSIM HAJI

Desas-desus yang beredar menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi memiliki rencana untuk menaikkan biaya visa untuk ibadah haji mulai 2 Oktober 2016. Biaya visa baru ini juga diberlakukan untuk ibadah Umrah. Ternyata pengesahan biaya visa baru tersebut dilakukan pada pertemuan kabinet yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad Naif di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Senin, 8 Agustus 2016, atas rekomendasi Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi dan Perencanaan Saudi.

 

Tidak tanggung-tanggung, struktur biaya baru itu termasuk visa sekali masuk yang akan menelan biaya 2 ribu riyal atau Rp 6,9 juta. Biaya dikenakan terhadap semua pengunjung kecuali jemaah yang baru pertama kali mengikuti ibadah Haji atau Umrah. Selain itu, biaya visa multi-kunjungan selama enam bulan juga dinaikkan menjadi 3.000 riyal (Rp 10 juta), sedangkan untuk satu tahun adalah 5.000 riyal (Rp 17,4 juta) dan 8.000 riyal (Rp 27,9 juta) untuk periode dua tahun.

 

Namun nampaknya, perubahan itu tidak akan memberi efek pada perjanjian bilateral yang ditandatangani Riyadh bersama negara lain. Selain menaikkan biaya visa haji, beberapa perubahan lain juga diumumkan pemerintah, termasuk revisi denda dan pembayaran baru bagi individu yang melanggar peraturan lalu lintas di Saudi. Tentu saja dengan rencana kenaikan vissa Haji dan Umroh ini akan memiliki dampak bagi beberapa travel yang bergerak dalam perjalanan ibadah Umroh, mau tidak mau mereka pasti akan menaikkan biaya Umroh kepada jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah Umroh.

 

Namun untuk saat ini belum ada satu travel pun yang menaikkan harga Umroh, karena kemungkinan informasi tentang kenaikan visa ini masih banyak yang belum mendengar langsung dari pernyataan resmi kedutaan Saudi atau mereka masih menanti perkembangan setelah musim Haji selesai.

2
dennistutuko