Desi Wulandari Buruh teks serabutan

BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI MEMBATALKAN HAJI? BEGINI FAKTANYA

1 min read

BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI MEMBATALKAN HAJI? BEGINI FAKTANYA

Akan jadi hal yang menyenangkan kalau bisa berangkat haji bareng pasangan. Apalagi kalau baru saja sah menjadi pengantin, dan lebih memilih honey moon dengan beribadah ke tanah suci dibanding liburan ke negara lain. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan buat para pasangan yang mau melaksanakan haji. Sesampainya di Mekah atau Madinah, penginapan akan dipisah antara jemaah laki-laki dan perempuan. Kamu yang sudah membayangkan bisa bermesraan dengan pasangan, harus mengubur keinginan tersebut selama pelaksanaan ibadah haji karena ada yang bilang kalau berhubungan suami istri membatalkan haji. Ada dua pendapat yang memberikan pernyataan terkait masalah ini. Lalu, bagaimana fakta yang sebenarnya?

 

Sebagai salah satu mazhab tertua dalam fiqh Ahlusunnah Wal Jamaah, para ulama Mahzab Hanafi berpendapat bahwa berhubungan suami istri bisa membatalkan haji, dengan syarat hal tersebut dilakukan secara langsung antara kemaluan istri dan suami, karena dikategorikan hubungan seks kalau adanya kontak antara alat kelamin. Misal ngga dilakukan secara langsung (melalui oral seks) tapi tetap mengeluarkan sperma, maka ini dianggap ngga merusak ibadah haji. Sama halnya kalau melakukan onani atau masturbasi (mengeluarkan sperma tanpa melakukan hubungan seks), ibadah hajinya bakal tetap sah. Sedangkan syarat kedua yang bisa membatalkan haji karena hubungan suami istri yaitu dilakukan sebelum melaksanakan wukuf di padang Arafah.

 

Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hambali, apabila jemaah berhubungan seksual sebelum tahalul pertama, walaupun setelah melakukan wukuf maka ibadah hajinya batal dan kalau melakukan sebelum tahalul kedua, maka ia harus membayar denda berupa memotong satu unta dan melaksanakan umrah. Ulama Hanabalah juga menegaskan berhubungan suami istri bisa membatalkan haji kalau dilakukan sebelum tahallul pertama dan wajib qadha setelahnya serta wajib menyembelih unta dan berangkat haji Sunnah atau umrah.

 

Pendapat lainnya mengatakan suami istri sudah boleh berhubungan intim kalau sudah melaksanakan rangkaian kewajiban haji sampai tahallul awal sebagai pertanda lepasnya larangan selama ihram. Jadi, kalau jemaah sudah melontar jumrah, mencukur rambut, dan melakukan thawaf ifadhah maka sudah dibolehkan untuk bermesraan kembali dengan pasangannya. Misalkan ngga yakin pendapat mana yang harus diikuti, ada baiknya jemaah menyelesaikan semua kewajiban dan rukun yang jadi rangkaian ibadah haji. Baru setelah itu bisa kembali memadu kasih bersama pasangan dengan harapan hubungan mendapat berkah dari Allah SWT. Wallahu A'lam Bishawab..

5
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *