BERBURU BATU CINCIN DI MAKKAH

1 min read

BERBURU BATU CINCIN DI MAKKAH

Memang demam batu cincin sudah melanda masyarakat di Indonesia, tua muda tidak pernah lepas dari batu cincin di jari, mulai yang berwarna merah, biru, putih dan lainnya. Demam batu cincin ini bukan hanya melanda kalangan menengah ke bawah saja, tapi juga melanda kalangan atas mulai dari menteri, gubernur, walikota dan para artis. bahkan tidak sedikit jamaah Umroh atau Haji yang menyempatkan diri untuk mencari batu cincin ditengah pelaksanaan ibadah, mereka rela berjalan kaki menelusuri jalan jalan di kota Makkah dan Madinah hanya untuk mencari batu cinicin.

 

Namun jangan khawatir, sebab di Makkah dan Madinah sekarang ini sudah mengerti pasaran yang lagi digandrungi, walaupun tidak begitu banyak seperti di Indonesia. sekarang ini para pedagang di tanah suci mulai menjajakan beberapa jenis batu cincin ditengah dagangan mereka. kalau di Makkah atau Madinah toko yang menjual batu cincin ini adalah toko toko emas dengan beraneka macam corak dan jenis.

 

Khusus untuk pecinta batu cincin, disana ada bermacam macam warna dan nama, ada batu bening warna merah, kuning, hijau, biru, ‎batu madu, batu Sulaiman, batu phyrus, batu onix berwarna hitam gelap lainnya. Batu-batu tersebut dijual mulai lima riyal sampai ratusan riyal. Batu phyrus yang banyak diburu jamaah haji, bisa didapat hanya dengan harga 10 riyal per gram (sekitar Rp 32 ribu). Batu mata kucing bisa dibawa pulang seharga 30 riyal atau sekitar Rp 96 ribu rupiah.

 

Namun untuk batu blue safir, jamaah perlu keberanian membeli seharga 100 riyal hingga 150 riyal per gram tergantung kualitas. Ada juga batu sejenis kecubung. Batu mata kucing berwarna kuning kehitaman dan bening dihargai 30 riyal (sekitar Rp 110 ribu-Rp 330 ribu). Harga batu lebih mahal jika sudah dipasang pada cincin yang artistik, apalagi cincin berbahan emas. 

 

Harga emas di Arab Saudi paling murah sekitar 120 riyal per gram. Harga perhiasan emas paling mahal. Perhiasan dijual tidak hanya berdasarkan berat saja, namun juga berdasarkan nilai keindahan desainnya. Semakin bagus desainnya, semakin mahal harganya, meski beratnya tidak begitu tinggi. Sebuah gelang artistik dengan berat 24 gram dari emas 21 karat dijual 4.250 riyal (sekitar Rp 13 juta).

 

Untuk cincin emas, rata-rata dilepas 400-450 riyal per dua gram ukuran 22 karat berbahan emas Dubai (setara 24 karat emas Indonesia). 

 

Wow keren bukan? Tenyata di tanah suci juga ada batu cincin dengan kualitas yang tidak kalah dengan batu cincin di tanah air, jadi akan jadi sebuah kenangan jika kita mengenakan batu cincin yang berasal dari luar negeri. Sekalian kita jadikan memory dalam sejarah hidup kita. 

 

Tapi perlu di ingat bahwa batu cincin hanyalah sekedar benda mati, jangan diyakini macam macam khasiat, karena bisa menjerumuskan kita kepada kemusyrikan. Karena pada dasarnya Allah lah yang dapat mengubah sesuatu dalam kehidupan kita, bukan batu. Selain itu kita memakainya adalah sebagai hiasan keindahan sebagaimana Nabi Muhammad pun menggunakan batu cincin di jari beliau. Dan penggunaannya bukan untuk bangga banggan.

22
amandameta