Desi Wulandari Buruh teks serabutan

BERANGKAT UMROH DENGAN DANA TALANGAN, BOLEHKAH?

1 min read

BERANGKAT UMROH DENGAN DANA TALANGAN, BOLEHKAH?

Dulu ada pepatah yang bilang: banyak jalan menuju Roma. Sekarang, kita ganti tujuannya menjadi: banyak jalan menuju tanah suci, baik untuk melaksanakan ibadah umroh ataupun haji.

 

Yup, panggilan ke Baitullah ngga cuma ditujukan buat mereka yang merasa mampu, tapi juga yang mau berusaha. Apalagi kalau bukan mencari dana untuk perjalanan dan kebutuhan selama di sana. Salah satunya yaitu berangkat umroh dengan dana talangan. Kata lain dari dana talangan ini yaitu meminjam uang dari Bank dan dibayar sepulangnya dari ibadah umroh. Menurut sebagian ulama, hukum dana talangan ini dibolehkan asalkan hanya diberikan kepada masyarakat yang mampu membayar kembali dana yang dipinjam.

 

Pihak bank tentunya ngga bisa sembarangan memberikan dana talangan. Nasabah yang mau berangkat umroh dengan dana talangan harus memiliki penghasilan yang cukup buat membayar cicilannya. Karena sama dengan ibadah haji, calon jemaah umroh harus dikategorikan sebagai orang yang mampu (dalam hal ini biaya). Penerima juga ngga bisa meminjam dana talangan dari sembarangan Bank. Uang yang dipakai harus bebas dari bunga atau riba. Oleh karena itu, biasanya calon jemaah umroh mengajukan permohonan dana talangan ke Bank syariah yang bebas dari bunga, bukan bank konvensional. Lantas, apakah menggunakan dana talangan ini sama artinya dengan berhutang agar bisa menunaikan ibadah umroh ke Baitullah?

 

Para ulama sepakat, menggunakan dana talangan untuk pergi ke tanah suci termasuk berutang. Syarat menjadi penerima utang tentunya harus mampu secara finansial, misalnya dengan syarat punya gaji lebih dari cukup, penghasilan yang stabil, mampu melunasi dalam tenggat waktu yang ditentukan. Namun, kalau calon jemaah ngga punya kepastian kapan dan bagaimana caranya melunasi cicilan, maka bank ngga akan memberikan dana talangan tersebut karena belum bisa dikategorikan sebagai orang yang mampu. Nah, daripada memaksakan diri untuk berangkat umroh dengan dana talangan dan ngga sanggup membayar setelahnya, lebih baik kita menunggu sambil terus berusaha sampai benar-benar mampu untuk menunaikan ibadah umroh ataupun haji.

 

Mulailah menyisihkan uang dan menabung untuk menunaikan umroh ataupun haji. Lebih baik bersusah terlebih dahulu daripada susah kemudian, kan? Jadi, kamu ngga akan punya beban sepulangnya dari ibadah untuk melunasi utang dari Bank. Tenang saja, kalau sudah waktunya pergi ke tanah suci, dalam keadaan bagaimanapun, Allah pasti akan memberikanmu kesempatan.

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *