Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

BERANGKAT HAJI TANPA IZIN SUAMI, BAGAIMANA HUKUMNYA?

1 min read

BERANGKAT HAJI TANPA IZIN SUAMI, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Panjangnya antrian haji kadang sampai berimbas juga pada pasangan suami istri yang niatnya mau naik haji bersama. Pembatasan kuota haji bikin daftar urut haji terganggu dan pasangan suami istri yang tadinya mau berangkat bersama akhirnya harus terpisah. Istri harus berangkat tanpa didampingi suami sehingga membuat suami melarang istri menunaikan ibadah haji gara-gara mereka nggak jadi pergi bareng. Nah, yang jadi pertanyaan adalah gimana sih hukumnya berangkat haji tanpa izin suami?

 

Menunaikan ibadah haji memang adalah kewajiban tiap muslim yang didasarkan pada Al Quran surat Ali Imran ayat 97. Dengan gamblang dijelaskan bahwa menunaikan haji ialah kewajiban tiap manusia terhadap Allah bagi mereka yang mampu. Para ulama sendiri menyikapi pergi hajinya istri tanpa izin suami dengan dua pendapat perbeda.

 

Pendapat pertama mengatakan istri nggak berdosa karena ibadah haji setara dengan sholat dan puasa, alias menjadi kewajiban individu tiap umat Islam. Menurut hukum berangkat haji tanpa izin suami ini, seorang istri justru tetap wajib berangkat haji walau nggak dapat izin dari suaminya. Jika dibatalkan, maka istri akan berdosa karena semua persyaratan untuk naik haji sudah terpenuhi dan memang sudah gilirannya untuk berangkat.

 

Pendapat ini diperkuat firman Allah dalam Quran Surat Ali Imran ayat 97. Rasulullah juga bersabda bahwa tidak ada ketaatan kepada sesama makhluk termasuk suami jika ketaatan itu durhada pada Allah. Artinya, suami nggak punya hak menghalangi istri menunaikan ibadah haji atas alasan nggak pergi bersama, sebagaimana nggak ada hak juga dari suami buat melarang istri menunaikan puasa fardhu maupun sholat. Bahkan, haram bagi suami melarang istri menunaikan ibadah haji tanpa adanya alasan yang dibenarkan oleh syara’.

 

Lain lagi kalau ibadah haji yang dilakukan sang istri adalah haji sunnah, yaitu haji yang kedua atau ketiga kalinya. Nah, kalau begini kasusnya, maka istri nggak boleh berangkat tanpa adanya izin dari suami.

 

Pendapat kedua mengatakan bahwa selama ibadah haji sunnah yang dilakukan itu sudah sesuai aturan manasik, terpenuhi semua syaratnya, dilakukan semua rukunnya dan diamalkan wajibnya, maka ibadah tersebut secara fikih dinyatakan sah. Tapi, ibadah ini tetap diharamkan karena nggak ada izin dari suami. Sekali lagi, ini hanya berlaku untuk haji kedua dan seterusnya yang termasuk haji sunnah. Kalau baru pertama kali naik haji, maka istri yang berangkat haji tanpa izin suami, nggak apa-apa kok, sis.

 

3
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *