Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

BEGINI HUKUM UMROH BERKALI-KALI DALAM SATU HARI

1 min read

BEGINI HUKUM UMROH BERKALI-KALI DALAM SATU HARI

Kita yang baru pertama kali melaksanakan umroh, tentu akan merasakan semangat bak pejuang kemerdekaan. Gimana nggak? Saat menginjakkan kaki pertama kali di Tanah Suci, pasti deh ada rasa gembira, haru dan semangat dalam dada. Bahkan, ada lho jamaah umorh yang melaksanakan beberapa kali umroh dalam satu hari saja. Trus, gimana sih sebenarnya hukum umroh berkali-kali ini? Apakah diperbolehkan dalam Islam?

Sebenarnya sih, hal ini terbilang sah-sah saja. Tapi, jelas umroh berkali-kali dalam sehari juga akan memberi mudharat pada diri sendiri. Walaupun umroh adalah salah satu sarana mendekatkan diri pada Allah, namun apabila dalam prosesnya justru mendatangkan mudharat maka pasti nggak akan diperbolehkan. Ada beberapa alasan juga nih kenapa umroh hingga beberapa kali dalam sehari itu nggak dianjurkan.


1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya melaksakan umroh total sebanyak empat kali sepanjang hidup beliau. Pelaksanaan keempat umroh itu juga masing-masing dengan pekerjaan sendiri, bukannya satu kali perjalanan langsung empat kali umroh.

2. Sahabat yang menyertai Rasulullah dalam haji Wada’ nggak menemukan adanya riwayat yang menunjukkan perjalanan keluar dari tanah halal guna melaksanakan umroh, sebelum atau sesudah pelaksanaan ibadah haji.

3. Umroh yang dilakukan Rasulullah dimulai dari Ji’ranah itu nggak bisa dijadikan dalil  memperbolehkan umroh berkali-kali dalam satu kali perjalanan. Alasannya nih, pada awalnya Rasulullah memasuki kota Mekkah untuk kemudian menaklukannya dalam keadaan halal atau bukan muhrim pada 8 Hijriyah.

4. Rasulullah dan para sahabat kecuali Aisyah nggak pernah menggerakkan umroh dari Mekkah, bahkan setelah kota Mekkah berhasil ditaklukkan. Nggak ada juga seorang pun yang keluar dari dalam tanah Haram menuju tanah halal dan berumroh dari sana sebelum kota Mekkah ditaklukkan menjadi Darul Islam. Ini karena thawaf di Kabah tetap masyru’ semenjak Rasulullah diutus, bahkan sudah demikian adanya sejak masa Nabi Ibrahim ‘alaihi salam.

5. Umroh yang dilaksanakan Aisyah pada saat haji Wada’ bukan berdasarkan dari perintah Rasulullah. Beliau baru mengizinkannya setelah Aisyah memohon.

Jamaah umroh hendaknya menimbang-nimbang lagi untuk melakukan umroh berkali-kali dalam satu perjalanan. Salah satunya, penting juga nih untuk mempertimbangkan kesehatan tubuh. Ibadah umroh pastinya butuh fisik prima. Kalau kita nggak pandai mengatur ritme energi tubuh, bisa-bisa fisik bakal jatuh dan membuat kita jatuh sakit. Agama Islam juga sama sekali nggak menganjurkan umatnya mendahulukan kuantitas melainkan kualitas. Buat apa umroh dibanyakin kalau nilai ibadahnya justru jadi nihil. Ketentuan ini nggak hanya berlaku buat umroh saja lho tapi juga buat ibadah lain seperti dzikir, membaca Al Quran dan ibadah lain.  Jangan sampai semangat mendekatkan diri pada Allah malah membuat kita binasa.

1
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *