BAHASA ARAB DI SAUDI ARABIA

1 min read

BAHASA ARAB DI SAUDI ARABIA

Saat kita menginjakkan kaki di Saudi Arabia, terasa agak bingung mendengar bahasa masyarakat disana. Bahasa mereka berbeda dengan bahasa Al quran dan Hadist dan bahasa arab yang sering digunakan dalam pelajaran di Indonesia.

 

Dulu bahasa masyarakat di jazirah Arab, menggunakan bahasa Fusha yaitu bahasa yang penuh dengan grametikal, namun seiring perkembangan zaman dan masuknya bangsa bangsa diluar Jazirah Arab maka terjadi perubahan dalam perkembangan bahasa. Perubahan perubahan tersebut semakin banyak seiring jalannya waktu.

 

Sehingga generasi mereka pun hanyut dalam perubahan tersebut, bahasa Arab yang indah dan tersusun itu pun kini hanya digunakan dalam pelajaran di sekolah sekolah dan media seperti surat kabar dan lain lain. Drastisnya bahasa penyampaian kepada murid murid pun ada yang menggunakan bahasa Arab perubahan atau disebut dengan bahasa Amiyah.

 

Maka bagi kita yang pernah mempelajari bahasa Arab di tanah air mungkin akan kebingungan saat mendengarkan percakapan orang Arab disana, karena perbedaannya jauh sekali seperti maadza (kenapa)menjadi isy, anta (kamu)menjadi inta, zahaba (pergi)menjadi ruuh. Dan lain lain sebagainya.

 

Entah alasan apa yang membuat mereka lebih suka menggunakan bahasa Amiyah dibanding bahasa Fusha. Padahal dari sisi bahasa dunia, bahasa Arab ini merupakan bahasa induk dan penuh sastra dengan sebab itulah Al quran diturunkan dengan bahasa Arab.

 

Sayang ya sebenarnya kalau mereka memiliki kekayaan bahasa yang tidak dimiliki oleh bangsa manapun namun mereka meninggalkan kekayaan tersebut, ibaratnya seperti kita memiliki rumah yang permanen dan bagus tapi malah tidur di atas trotoar jalan.

 

Dalam sejarah Bahasa Arab ini termasuk rumpun bahasa Semit, yaitu bahasa yang digunakan oleh bangsa-bangsa yang tinggal di sekitar sungai Tigris dan Furat, dataran Syria, dan Jazirah Arabia (Timur Tengah). Seperti bahas Siryania, Finisia, Assyiria, Babilonia, Ibrania, dan Arabia. Dari sekian bahasa tersebut yang dapat bertahan sampai sekarang hanya bahasa Arab dan Ibrani. Ada yang berpendapat bahwa Bahasa Arab ini muncul pertama kali dari Arabia Utara, yang mana wilayah ini merupakan wilayah keturunan Ismail yang bermukim di makkah. Kemudian Ismail menikah dengan salah seorang wanita dari Suku Jurhum penduduk pribumi wilayah ini dan mempunyai dua belas putra dan menjadi pendiri suku-suku yang hidup di seberang jazirah kecuali sebelah selatan dan barat daya. Orang-orang Jurhum kemudian mengikuti agama, budaya dan bahasa Ismail sehingga patut disebut musta’robah.

 

Namun ada juga pendapat yang mengatakan Bahwa kemunculan bahasa Arab pertama kali dari Arabia Selatan. Dimana raja pertama dari jazirah ini adalah Ya’rub bin Qohthon. Sementara Ya’rub adalah orang yang mengalami arabisasi di negerinya. Tradisi memperkuat ini dengan menyebut Arabia selatan al-Arab al-Musta’ribah. Ya’rub kemudian banyak mengkampanyekan tentang bahasa arab sehingga bahas-bahasa yang ada sebelumnya menjadi punah

 

Namun sebenarnya, bahasa Arab itu timbul sejak beberapa Abad sebelum Islam. Hanya saja pencatatan dari bahasa tersbut mulai dua abad sebelum lahirnya Islam. Karena bukti peninggalan kesusastraan Arab yang dapat dicatat hanya dimulai sejak dua abad sebelum Islam. Sedangkan, hasil karya yang ada di masa sebelumnya dapat dikatakan hilang dimakan masa. Dengan demikian, kita tidak dapat mengetahui dengan pasti bagaimanakah bentuk bahasa Arab di masa lalu.

5
amandameta