Desi Wulandari Buruh teks serabutan

BAGAIMANA TATA CARA SHALAT DI PESAWAT?

1 min read

BAGAIMANA TATA CARA SHALAT DI PESAWAT?

Nabi Muhammad SAW pernah berkata, bahwa perjalanan itu sebagian dari azab. Artinya, banyak kesulitan yang akan kita temui saat melakukan perjalanan. Salah satunya ketika ingin melakukan shalat. Termasuk ketika sedang melakukan perjalanan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Meski menggunakan pesawat, tetap saja memakan waktu tempuh yang cukup lama. Oleh karena itu kamu perlu tahu tata cara shalat di pesawat. Karena ada beberapa syarat shalat seperti bersuci dan menghadap kiblat yang lumayan susah untuk dilakukan, maka ulama fiqih menentukan hukum shalat di pesawat sebagai sunnah lihurmatil waqti atau menghormati waktu dan harus diganti saat kita mendarat di tempat tujuan. Wallahualam bishawab.

 

Kamu melakukan tayamum sebagai pengganti wudu. Walaupun bisa menggunakan kamar mandi di pesawat untuk berwudu, tapi dikhawatirkan tetesan air wudu bakal membasahi pesawat dan menimbulkan bahaya. Cara melakukan tayamum bisa dimulai dengan meletakkan kedua tangan di bangku depanmu, lalu usap ke seluruh wajah. Letakkan tangan lagi di tempat yang berbeda untuk mengusap kedua tangan dari siku sampai ujung jari. Tata cara shalat di pesawat selanjutnya yaitu membaca niat untuk menjamak shalat. Ngga perlu khawatir masalah arah kiblat, karena sudah disebutkan dalam niat dan percayakan kepada Allah. Karena ruang gerak di bangku pesawat terbatas, kamu harus melakukan shalat dalam keadaan duduk.

 

Setelah selesai shalat, kamu bisa mengisi sisa waktu perjalanan dengan membaca Al Quran atau berzikir dan berdoa. Sebab, doa musafir atau orang yang dalam perjalanan menjadi salah satu doa yang dijabah oleh Allah. Meski sudah melaksanakan shalat di atas pesawat, alangkah baiknya kamu tetap mengerjakan shalat lagi setelah sampai di tempat tujuan buat mengganti shalat yang sebelumnya. Hal ini dilakukan buat menghindari pendapat ulama yang menyatakan tata cara shalat di atas ngga sah. Sayangnya, jemaah haji dan umrah sering lupa buat mengganti shalat selama perjalanan tersebut. Mereka menganggap, sekalinya sudah melaksanakan shalat di atas pesawat, ya sudah tak perlu melakukannya lagi. Menjadi kewajiban Muthowif atau pembimbing rombongan untuk mengingatkan jemaahnya. Karena Muthowif ngga sekedar menjadi pengawas saat perjalanan saja. Jangan sampai kamu meninggalkan ibadah yang paling utama, padahal di saat yang sama kamu juga sedang menjalankan ibadah yang mulia. Semoga di mana saja dan kapan saja kita bisa menjaga shalat.

2
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *