Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

BAGAIMANA CARA MENYIKAPI PENGEMIS DI TANAH SUCI?

1 min read

BAGAIMANA CARA MENYIKAPI PENGEMIS DI TANAH SUCI?

Sedekah adalah hal yang baik untuk dilakukan. Tapi, bagaimana kalau mengemis sudah dijadikan mata pencarian, tentu membuat kita jadi dilema yah? Mudah kita temukan berita tentang pengemis beromset tinggi yang memiliki rumah dan barang-barang mewah. Hanya dari kegiatan mengemis, mereka bisa sampai membangun rumah mewah, membeli mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya. Ternyata, fenomena pengemis beromset fantastis bukan cuma terjadi di Indonesia.

Di Tanah Suci pun ada fenomena seperti itu. Bahkan, penghasilan pengemis di Tanah Suci bisa jauh lebih besar dari pengemis jutawan di Indonesia. Jelas saja lebih besar, pengunjung tanah suci kan memang sangat banyak. Kabarnya sih, dalam sehari mereka bisa mengantongi uang sebanyak 4 ribu Riyal Saudi atau kalau dirupiahkan berarti 13 juta.

Hanya bermodal menengadahkan tangan saja, pengemis di Tanah Suci bisa jadi kaya raya. Tentu kebiasaan tersebut kurang baik ya? Apalagi jika cara yang digunakan adalah cara yang tidak jujur seperti pura-pura sakit atau pura-pura cacat. Yap, trik seperti itu banyak dilakukan oleh para pengemis di sana. Padahal, mereka sebenarnya masih bisa melakukan pekerjaan lainnya selain hanya meminta-minta saja. Ingat, banyak dalil yang menjelaskan haramnya meminta-minta dengan cara menipu seperti itu.

Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”.

Hadist lainnya dari Ubsyi bin Junaadah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api”.

Meminta-minta hanya untuk orang yang benar-benar sudah tidak mampu menghasilkan uang dengan cara bekerja. Pun hanya untuk memenuhi kebutuhan saja. Kebutuhan yang dimaksud pastilah kebutuhan pokok. Apakah rumah atau mobil mewah adalah kebutuhan pokok? Tentu bukan. Jadi, sebenarnya menjadikan mengemis sebagai mata pencarian tidak diperbolehkan. Mengetahui tentang hal itu, tentu saat melihat pengemis di tanah suci, kita sudah tahu harus bagaimana.

Yap, sebaiknya sih nggak perlu memberikan uang. Meski memberi atau tidak juga hak setiap orang, termasuk kamu. Lagian, pemerintah Arab Saudi juga sudah memberikan imbauan supaya jamaah haji nggak memberi uang pada pengemis di sana. Selama ini pemerintah Arab Saudi kesulitan mengatasi masalah pengemis ini karena memang tetap banyak orang yang memberi uang pada pengemis dengan alasan pahala dan sedekah. 

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *