Desi Wulandari Buruh teks serabutan

AWAL MULA KISAH PEMEGANG KUNCI KA'BAH

1 min read

AWAL MULA KISAH PEMEGANG KUNCI KA'BAH

Sama halnya seperti rumah lain yang memiliki pintu dan kuncinya, Kabah yang menjadi simbol rumah Allah SWT ini juga memiliki pintu yang bisa dibuka tutup dengan kunci. Meski begitu, jemaah haji dan umrah yang sedang melakukan Thawaf ngga bisa melihat ketika pintu Kabah dibuka. Alasannya karena hanya pada waktu tertentu saja pintu Kabah dibuka, misalnya seperti saat pencucian Kabah yang dilakukan setahun sekali. Lalu, siapa sih yang memiliki tanggung jawab besar sebagai pemegang kunci kabah tersebut? Sekarang ini, kunci Kabah dipegang oleh anak cucu Syaibah.

 

Tahukah kamu, ternyata ada sejarah besar dibalik tugas memegang kunci Kabah yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW ini.

 

Bermula dari kelalaian Suku Jurhum dalam melaksanakan tugas menjaga Kabah dan akhirnya diusir oleh Allah SWT. Urusan Kabah kemudian dikuasai oleh Qushaiy bin Kilab, seseorang yang juga bertanggung jawab terhadap kota Mekah. Pemegang kunci Kabah kemudian turun ke tangan anaknya, Abduddar dan dipindahkan lagi ke keturunan selanjutnya yaitu anak Abduddar bernama Utsman sampai jabatan ini dipegang oleh Utsman bin Thalhah yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW.

 

Saat itu Utsman bin Thalhah yang belum masuk Islam bertugas membuka pintu Kabah setiap hari Senin dan Kamis. Suatu kali, Rasulullah dan para sahabatnya datang ke Kabah dan ingin masuk ke dalamnya, tapi dicegah oleh Utsman. Lalu beliau berkata, “Ya Utsman, suatu saat kunci Kabah itu akan berada di tanganku, lalu akan aku berikan kepada orang yang aku hendaki”.

 

Mendengar perkataan Rasulullah, Utsman menjawab, “Tentu pada hari itu kaum Quraisy akan binasa dan hina”. Kemudian Rasulullah berkata, “Tidak. Bahkan pada saat itu, Quraisy akan menjadi mulia”. Perkataan Nabi Muhammad SAW kala itu sangat menusuk perasaan Utsman dan ia sangat tahu bahwa ucapan Rasulullah pasti benar dan akan terjadi.

 

Suatu hari sebelum menaklukan kota Mekah, Nabi Muhammad SAW datang ke Mekah untuk melakukan ibadah umrah. Pada saat itu Utsman bin Thalhah pun memutuskan untuk masuk Islam dan ingin bertemu dengan Rasulullah, tapi beliau sudah kembali ke Madinah. Utsman kemudian menyusul ke Madinah untuk berbai’at kepada Rasulullah dan selanjutnya menetap di Madinah. Saat penaklukan kota Mekah, Rasulullah meminta kepada Utsman bin Thalhah kunci Kabah. Namun, ia merasa berat menyerahkannya karena takut kalau Rasulullah akan menunjuk orang lain sebagai pemegang kunci kabah.

 

Akhirnya Utsman mau memberikan kunci Kabah tersebut setelah diminta berkali-kali oleh Rasulullah dan Malaikat Jibril turun membawa firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa:58). Atas perintah tersebut, Nabi Muhammad kemudian menyerahkan lagi kunci Kabah kepada Utsman bin Thalhah sambil berkata, “Peganglah jabatan mengurus Kabah wahai bani Thalhah untuk selama-lamanya. Dan siapa yang merampasnya dari kalian berarti mereka orang dzalim”. Begitulah seterusnya keluarga Utsman bin Thalhah resmi menjadi pemegang kunci kabah untuk selamanya, berlanjut ke Syaibah bin Ustman bin Thalhah dan seterusnya dilanjutkan oleh keturunan dari Syaibah.

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *