Desi Wulandari Buruh teks serabutan

ASAL USUL HAJAR ASWAD, DULUNYA BERWARNA PUTIH

1 min read

ASAL USUL HAJAR ASWAD, DULUNYA BERWARNA PUTIH

<meta charset="utf-8" />

Hajar Aswad yaitu batu berbentuk bundar dengan warna hitam dan berlubang. Letaknya di sudut timur Kabah atau sebelah kiri Multazam dengan tinggi 150 sentimeter dari atas tanah, ukuran lingkaran penuh sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter yang lebih besar daripada lingkar wajah manusia. Menurut beberapa riwayat seperti Abdullah bin Umar bin Khattab, asal usul Hajar Aswad berasal dari surga. Sedangkan diriwayatkan Sa’id bin Jubair ra pada Ibnu Abbas pada Ubay bin Ka’ab ra bahwa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan ngga ada lagi batu yang diturunkan dari surga ke dunia selain Hajar Aswad. Semua riwayat tersebut disebutkan oleh Abu Al Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah. Belum ada informasi jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad pertama kali di Kabah, apakah malaikat yang membawanya atau manusia pertama yaitu Nabi Adam.

Awalnya, warna Hajar Aswad bukanlah hitam, melainkan putih seperti susu, dan memancarkan sinar yang sangat cemerlang. Abdullah bin Amr bin As menerangkan perubahan warna Hajar Aswad dari putih menjadi hitam karena disentuh oleh orang-orang musyrik. Hal ini juga diungkapkan oleh Zubair bin Qais bahwa asal usul Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari surga, berwarna putih berkilauan yang kemudian berubah menjadi hitam karena perbuatan buruk yang dilakukan umat manusia. Namun nantinya Hajar Aswad bakal berwarna putih kembali dan memancarkan sinar yang berkilauan. Kalau diandaikan, ngga ada seorang manusia pun yang sanggup melihat Hajar Aswad kalau Allah SWT ngga memadamkan kilauannya.

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa batu yang sering diincar oleh jemaah haji dan umrah untuk dicium tersebut merupakan batu tertua di dunia dan bisa mengambang di air. Di sebuah museum di Inggris, tersimpan tiga buah potongan Hajar Aswad yang diambilnya dari Kabah. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita. Struktur dan komposisinya berbeda dengan batu biasa atau yang berasal dari pecahan meteor. Asal usul Hajar Aswad ini juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak Adamlah yang menjadikannya hitam”.

10
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *