Responsive image
0
0
0

MEMBUKA TABUNGAN HAJI

Untuk melakukan ibadah haji memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang, termasuk persiapan finansial yang bisa dibilang adalah elemen utama. Biaya pergi haji setiap tahunnya senantiasa berubah, cenderung bertambah karena pengaruh inflasi. Menabung merupakan solusi yang baik daripada harus secara langsung mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Menyisihkan uang kita dan tidak mengganggu tabungan itu sendiri akan membantu kita lebih fokus untuk menabung. Dan membuka tabungan haji bisa jadi salah satu alternatif yang baik. Lalu sebelum membuka tabungan haji, apa sih yang harus diperhatikan?

 

Tabungan haji sendiri adalah tabungan khusus untuk seseorang yang ingin menyisihkan uangnya untuk memenuhi ongkos naik haji (ONH) di bank. Dengan membuka tabungan haji, kita akan lebih fokus menabung tanpa khawatir tabungannya terganggu. Dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita hendak membuka tabungan haji, antara lain.

 

Yang pertama adalah memilih jenis ONH. Seperti yang kita tahu bahwa terdapat dua jenis ONH atau ongkos naik haji yang ada di Indonesia, yaitu ONH reguler dan ONH plus. Perbedaan mendasar antara kedua jenis ONH tersebut adalah fasilitas. Jika kita memilih ONH plus, maka kita akan mendapatkan fasilitas yang lebih banyak daripada ONH reguler. Dengan begitu, kita juga harus siap untuk membayar lebih banyak untuk ONH plus daripada ONH reguler. Fasilitas pada ONH plus seperti pemondokan jamaah yang akan lebih dekat dengan lokasi ibadah, jangka waktu kita di tanah suci juga hanya 20 hari, sedangkan ONH reguler bisa sampai 40 hari, serta segala kebutuhan seperti akomodasi dan konsumsi juga telah ditangguh oleh penyelenggara ONH plus.

 

Kedua, periksa biaya haji. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, biaya haji setiap tahun cenderung mengalami peningkatan karena terpengaruh oleh inflasi. Pemerintah pun telah menetapkan nominal yang harus dibayarkan calon jamaah. Biaya tersebut termasuk untuk tiket, pajak bandara, pelayanan penumpang, akomodasi, konsumsi dan uang saku. Dan biasanya setiap daerah memiliki perbedaan nominal namun tidak terlalu jauh dari yang ditetapkan pemerintah. Kita juga harus mempersiapkan biaya yang disebut sebagai indirect cost atau biaya lainnya. Dan jika kita membuka tabungan haji, maka bank akan dikordinasi oleh bank.

 

Ketiga, memilih bank. Biasanya, bank yang berkonsep syariah yang menawarkan pembukaan tabungan haji, namun adapula bank konvensional yang juga menawarkan tabungan haji. Saat memilih bank, kita bisa mempertimbangkan peraturan bank saat melakukan penyetoran. Misalnya, bank A menetapkan bahwa minimal setoran awal Rp500.000 dan harus selalu menyetor minimal Rp500.000 untuk setoran berikutnya. Sementara bank B menetapkan minimal setoran awal Rp100.000 dan tidak menetapkan jumlah minimum untuk setoran berikutnya. Hal ini tentunya tergantung dengan kondisi masing-masing.

 

Keempat, menetapkan setoran. Besaran setoran yang kita setor pasti mempengaruhi waktu menabung kita. Semakin banyak dan konsisten kita menabung maka akan semakin cepat jumlah minimal (Rp 25 juta) terpenuhi. Karena meskipun kita telah memenuhi angka minimal tersebut, kita masih harus menunggu nomor urut untuk pergi haji. Bahkan ada yang harus menunggu 8-10 tahun setelah pelunasan. Maka semakin cepat kita melunasi tabungan haji kita, semakin cepat pula kita mendapat nomor urut haji kita.

Artikel Rekomendasi