Responsive image
0
0
0

BAROMETER MAMPU BERHAJI

Semua umat Islam selalu menginginkan untuk bisa sampai ke tanah suci, baik untuk melaksanakan ibadah Umroh maupun Haji. Inilah cita cita yang dimiliki oleh setiap muslim yang tertancap keimanan yang baik kepada Allah. namun untuk memenuhi panggilan Haji ini, Allah pun memberikan persyaratan diantaranya adalah mampu, baik secara financial, kesehatan dan keamanan.
barometer mampu dalam berhaji sebenarnya telah banyak dijelaskan dalam hadits, yaitu memiliki bekal dan kendaraan. Namun, barometer dalam hal ini lebih umum dari hal tersebut. Barangsiapa yang mampu berangkat menuju Makkah dengan berbagai sarana yang ada, maka dia wajib berhaji dan berumrah. Apabila dia mampu berjalan dan mengangkut barangnya, atau menjumpai orang lain yang dapat mengangkutnya, maka dia wajib berhaji dan berumrah. Demikian pula, jika dia mampu membayar biaya transportasi untuk menggunakan alat transportasi modern seperti kapal laut, mobil, dan pesawat, maka Haji dan Umrah wajib baginya.
Begitu juga apabila dia memiliki bekal dan kendaraan untuk berhaji, namun tidak mampu menemukan orang yang bisa menjaga barang dan keluarganya, atau dia tidak memiliki uang untuk dinafkahkan kepada keluarganya selama dia berhaji, maka Haji tidak wajib baginya karena adanya masyaqqah atau kesulitan. Demikian pula, apabila ternyata jalur perjalanan adalah jalur yang rawan atau dia khawatir akan adanya perampok, adanya pajak yang teramat memberatkan, atau waktu tidak cukup untuk sampai ke Mekkah, atau dia tidak mampu menaiki berbagai alat transportasi yang ada dikarenakan sakit atau adanya bahaya, maka kewajiban haji gugur darinya dan dia wajib mencari orang untuk menggantikannya berhaji apabila dia memiliki kemampuan finansial untuk itu. Apabila dia tidak memiliki kemampuan finansial untuk itu, maka Haji tidak wajib baginya. 
Sebaliknya jika seseorang mampu secara persyaratan yang diberikat syariat agama, wajib bagi mereka untuk memprioritaskan penunaian kewajiban berhaji daripada sekedar memenuhi hasrat memiliki harta yang tidak urgen seperti mobil dan kebutuhan-kebutuhan non primer  lainnya. Terdapat ancaman bagi mereka yang telah mampu untuk berhaji namun tidak menunaikannya.
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa yang kufur/mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali ‘Imran: 97).

 

Artikel Rekomendasi