Responsive image
0
0
0

SIAP LAHIR DAN BATIN PENUHI PANGGILAN SUCI

Ibadah Umroh dan Haji merupakan panggilan suci. Oleh sebab itu hal pertama yang mesti dipersiapkan orang yang akan menunaikan ibadah Umroh dan Haji adalah persiapan diri dan hati (batin), baru kemudian persiapan tiga macam kemampuan; kesehatan, finansial atau materi, dan keamanan-atau yang biasa disebut dengan persiapan lahir.
Tanpa persiapan diri dan batin niscaya ibadah yang akan dilaksanakannya nanti tidak akan melahirkan ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah, sebab perintah Allah bukan hanya mencakup hal yang bersifat lahiriyah saja, namun juga mencakup hal yang bersifat batiniyah.
Persiapan batin diawali dengan niat menunaikan ibadah Umroh atau Haji hanya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima dan mencari ridha Allah, sebab dengan niat mencari ridhoNya dan menjalankan perintahnya inilah yang menyebabka seseorang akan menjadi ikhlas dalam beribadah, jadi bukan untuk pamer atau sekadar mencari gelar “pak haji” atau “bu haji”. Setelah itu, dia harus memantapkan diri untuk bertamu dan memenuhi panggilan Tuhannya.
Dengan mengucap kalimat ini, hati para jamaah yang mendapat pancaran cahaya keimanan akan langsung terikat dengan Baitullah. Artinya, hati setiap mukmin harus tertuju pada panggilan Tuhan ini sebelum dirinya-secara fisik-pergi ke Baitullah. Mengingat kebesaran dan kemuliaan sang tuan rumah (Allah Swt), kita sebagai tamu-Nya-tentu harus membersihkan diri dari dosa-dosa dengan bertobat kepada-Nya sehingga jalan menuju ridha-Nya tidak terhalang oleh hal-hal keduniawian.
Kita juga harus melepas baju kesombongan dengan memberikan hak orang yang telah kita zalimi, mempererat tali silaturahim antar sesama, dan meminta doa dan restu kepada sesama, lebih-lebih kepada kerabat. Pendek kata, penghalang-penghalang duniawi akan terus menghambat jalan kita memenuhi panggilan-Nya tanpa kerelaan dan keridhaan mereka semua.
Apabila telah matang persiapan batin maka jamaah Haji atau Umroh akan bisa membangun ketaatan dengan sempurna saat berada di tanah suci nanti, sebab tidak sedikit jamaah Haji atau Umroh yang enggan melaksanakan sholat lima waktu ke masjid, mereka bahkan sholat di pemondokan dan hotel tempat mereka menginap. Keinginan untuk bisa meraup pundi pundi pahala seakan hilang dari jiwa mereka. Hal ini disebabkan lemahnya persiapan batin untuk memenuhi panggilan suci.

 

Artikel Rekomendasi