Responsive image
0
0
0

FAKTOR KESEHATAN DALAM HAJI DAN UMROH

Kesehatan adalah anugerah Allah. Orang yang tidak diberi anugerah ini berarti Allah Swt telah menjaminnya sesuai dengan rahmat-Nya. Oleh sebab itu, dia tidak dibebani untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agama. Ia tidak diwajibkan shalat kecuali sesuai dengan batas kemampuannya, meskipun itu dengan hati. Ia juga tidak diwajibkan mengerjakan Umroh atau Haji sampai penghalang atau uzur yang menghalanginya itu hilang. Tetapi, ia tetap diwaibkan untuk melaksanakan ibadah-ibadah pengganti, semisal tayammum, memberi makan fakir miskin, atau menggantinya (mengulanginya) di lain waktu.
Hanya hamba-hamba Allah yang memiliki hati bening dan jernih yang bisa mendapatkan rahmat-Nya. Dikisahkan bahwa sebagian hamba akan mendapati beberapa amal yang tidak pernah mereka kerjakan di dunia justru tertulis didalam lembaran-lembaran amal kebaikan mereka di hari perhitungan. Dikatakan kepada mereka bahwa itu adalah niat tulus dan keinginan kuat mereka untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan selama hidup di  dunia, meskipun pada akhirnya hal itu tidak terlaksana karena mereka belum mampu mengerjakannya dan belum diberi kesempatan oleh Allah Swt. Ketika mereka sudah berniat tapi belum mampu mengerjakannya, Allah Swt telah menuliskan pahala untuk mereka hanya karena niat tulus yang mereka miliki. Tidaklah aneh jika seorang muslim hendaknya berdoa kepada Allah Swt. agar diberi kesempatan  untuk mengunjungi rumah-Nya di Makkah, tapi dengan niat tulus dan tanpa pamrih. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk memudahkan persoalan hamba-hamba-Nya.
Jadi kesehatan adalah salah satu faktor yang bisa menghambat seorang muslim menjalankan ibadah umroh haji. Kesehatan atau adanya biaya yang mencukupi menjadi semacam pembenar bagi sesorang untuk mengerjakan ibadah Umroh dan Haji. Tidak adanya faktor kesehatan membuat kewajiban menjalankan ibadah Umroh dan Haji tidak wajib dikerjakan atau ditangguhkan untuk sementara waktu sampai faktor kesehatan ada.
Jangan memaksakan kehendak jika kesehatan kita bakal mengganggu pelaksanaan ibadah Haji atau Umroh, sebab Allah juga melarang kita mendzolimi diri kita sekalipun dalam rangka ibadah kepada Allah, selain itu jika kesehatan kita akan semakin parah saat melaksanakan ibadah Haji atau Umroh, bukan hanya merepotkan diri kita sendiri namun juga banyak orang. 
Oleh sebab apabila kesehatan kita belum cukup untuk diajak beribadah ke tanah suci, yakinkan diri bahwa kita belum saatnya dipanggil untuk melaksanakan panggilan suci Haji atau Umroh, namun kita tetap memiliki niat yang kuat. Dan niat yang kuat untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umroh ini sudah tercatat disisi Allah Swt

 

Artikel Rekomendasi