Responsive image
0
0
0

BAWA BATU DARI TANAH SUCI, BIKIN GILA?

Rumor yang beredar di masyarakat bahwa ada jamaah Haji yang datang ke Indonesia dalam keadaan stress sebab tiap malam selalu bermimpi agar batu yang dibawanya dari tanah suci minta dikembalikan ke asalnya. Menurut pandangan Islam, mitos atau fakta ya?

 

Ada sebagiaan kebiasaan manusia yang gemar sekali membawa kenang-kenangan negatif seperti membawa sesuatu dari tempat yang di kunjungi, entah itu sebagai bukti sejarah bahwa dia pernah berkunjung kesana atau memang untuk keperluan perdukunan alias mistik. Padahal para pakar hukum Islam sejak dahulu telah menetapkan bahwa siapapun orang yang melaksanakan Haji atau Umroh, dilarang untuk mengambil sesuatu dari tanah suci Makkah dan Madinah atau area yang dipakai untuk melaksanakan ibadah Haji, saat kepulangan mereka ke tanah air masing masing.

 

Oleh karena itu di dalam beberapa kitab-kitab fiqih, para Ulama dengan tegas melarang para jamaah Haji atau Umroh untuk mengambil sedikitpun dari batu-batuan di Tanah Suci sekalipun hanya sebutir debu, sepotong kayu pun tetap tidak diperbolehkan dan hukumnya haram mutlak, baik dengan alasan untuk mencari keberkahan atau tabarruk, maupun untuk alasan lainnya seperti pengobatan, kenang-kenangan, koleksi dan lain lain sebagainya.

 

Keharaman ini bukan hanya berlaku kepada para jamaah Haji dan Umroh asal Indonesia saja tapi juga untuk seluruh umat islam dari seluruh penjuru dunia, bahkan para ulama menetapkan bahwa siapapun yang pernah mengambil sesuatu dari tanah suci maka wajib untuk mengembalikannya. Adapun mengambil air Zamzam dari dalam masjid kemudian membawa pulang ke tanah air ini diperbolehkan menurut Syaikh Wahbah Azzuhaily dalam kitab Fiqih Islamy Wa adilatuhu. Penyebab diperbolehkan adalah karena air itu terus keluar sedangkan batu atau debu itu tidak berkembang dan keluar.

 

Intinya bentuk alam yang ada di Tanah Suci ini diharamkan untuk dibawa pulang ke tanah air, kecuali air Zamzam atau buah buahan yang sifatnya bisa berkembang atau bertambah atau hasil produksi yang diperjual belikan.Maka barang-barang tersebut boleh kita bawa pulang-batuan di tanah haram lantas menes atau gila karena dikejar mimpi maka itu hanya sebuah mitos belaka dan tidak ada keterangan yang kuat dalam Al-Quran maupun Hadist.

Artikel Rekomendasi