Responsive image
0
0
0

TAN'IM TEMPAT MIQOT YANG INGIN UMROH BERKALI KALI

Kalau kita ingin melaksanakan Umroh diluar program travel, maka Tan'im merupakan tempat miqot yang paling dekat dengan Makkah, Tan’im ini merupakan batas tanah haram Makkah dari arah Madinah, terletak di sebelah utara Makkah, jaraknya antara Tan’im dan Bab Umrah di Makkah kurang lebih 7 km. Tempat tempat yang berdekatan dengan Tan’im memiliki beberapa nama diantaranya gunung yang letaknya di sebelah selatan dinamakan gunung Na’im, sedangkan gunung yang letaknya di sebelah utara dinamakan gunung Mun’im, dan wadi (lembah) yang berada di tempat tersebut dinamakan wadi Nu’man atau wadi Tan’im.

 

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi saw melakukan ihram untuk umrah dari tempat ini. Dan riwayat lainya Rasulallah saw memerintahkan Abdurahman bin Abubakar ra untuk membawa adiknya ‘Aisyah, istri Nabi saw, ke Tan’im untuk berihram dari sana waktu ia akan melakukan umrah setelah haji wada’ bersama Nabi saw masih dalam bulan Dzul Hijjah. Di tempat ini kemudian didirikan sebuah masjid yang dikenal dengan nama masjid Tan’im atau masjid siti ‘Aisyah ra.

 

Juga masjid ini dikenal penduduk setempat dengan nama masjid “Khaimah Jumanah”. Jumanah adalah puteri Abu Thalib, adik perempuan Ali bin Abi Thalib. Tapi masjid itu lebih tersohor dengan nama masjid Tan’im atau “masjid ‘Aisyah”

 

Konon dari dahulu masjid ini telah direnovasi berkali kali dan sekarang masjid ini telah menjadi masjid terbesar di daerah Al-Umrah yang penuh dihuni dengan penduduk. 

 

Pada masa pemerintahan Arab Saudi, khususnya pada masa almarhum Fahad bin Abdul Aziz, masjid ini dibangun dengan menghabiskan dana yang sangat besar, yaitu kurang lebih SR 100 juta. Sedangkan luas masjid ini sekitar 6000 M2, dengan luas keseluruhan kira-kira 84.000 m2. Masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari halaman parkir, tempat wudhu’ dan toilet, agar memudahkan orang-orang yang sedang melaksanakan umrah.

 

Di dalam masjid juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup, seperti AC, kipas angin, mushaf al-Qur’an, sertai lantai beralaskan permadani yang sangat indah. Di samping itu, di masjid Siti Aisyah ini juga ada jadwal pengajian rutin yang diisi oleh ulama’-ulama dalam negeri.

Masjid ini buka 24 jam, karena setiap waktu banyak dari para pemukim dari luar atau dalam yang senang mengerjakan umrah di tengah malam. Dari masjid ini juga disediakan transportasi bus sebagai angkutan umum yang khusus menuju Masjidil Haram setiap waktu dengan membayar SR 2 saja.

 

Tempat ini juga mempunyai kisah yang sangat menarik di masa perjuangan Nabi SAW. Ada dua orang sahabat Nabi yang terkenal dengan kegigihan dan keberaniannya. Mereka adalah Zaid bin ad-Datsinnah dan Hubaib bin Adiy. Kedua sahabat ini bersama kawan-kawannya mendapat perintah Nabi untuk menyamar dan mengintai. Namun keberadaan mereka telah diketahui musuh sehingga semuanya tertangkap dan terbunuh menjadi syahid, kecuali mereka berdua.

 

Kedua sahabat Nabi ini dibiarkan hidup, namun dipaksa kembali ke agama semula. Karena menolak dan tetap memeluk Islam, akhirnya mereka pun dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Zaid bin ad-Datsinnah dibawa keluar dari Tanah Haram dan dibunuh di Tan’im oleh Umayyah bin Khalaf. Kegigihan Zaid dalam mempertahankan akidah Islamiyah serta kecintaanya terhadap Rasulullah SAW.