Responsive image
0
0
0

UPAYA PENERTIBAN MASALAH UMROH

Maraknya kasus penipuan berkedok jasa Umroh nampaknya membuat asosiasi pengawas Haji dan Umroh bertindak tegas, sebab kejadian penipuan berkedok Umroh masih terus saja berulang walaupun media masa sudah mengingatkan namun masih aja masyarakat yang tertipu dengan bujukan serta iming iming harga murah yang ditawarkan. Demikian juga pemerintah telah mengancam dengan tegas pelaku penipuan dengan hukuman pidana namun tak membuat jera pelaku travel abal abal ini melakukan aksinya. Sampai akhirnya Badan Pengawas Haji dan Umrah menyarankan pemerintah agar tidak beri izin lebih dari satu untuk travel Umrah dan Haji. Mereka mengharapkan agar sesegera mungkin pemerintah mencabut izin travel yang lebih dari satu. Alasan yang logika adalah memiliki izin dari satu dinilai berpotensi untuk menipu jamaah.

Selain itu nampaknya pemerintah harus memberikan sanksi terhadap travel Umrah dan Haji yang mempunyai izin lebih dari satu. Entah pencabutan izin oprasi atau sanksi yang membuat travel tersebut menjadi jera.

Selanjutnya wacana pun timbul dimana seluruh asosiasi travel Umrah dan Haji sebaiknya dijadikan satu. Suka ataupun tidak suka, hal ini dinilai menjadi langkah terbaik. Penyatuan asosiasi tersebut lantaran untuk mencegah adanya penipuan seperti kasus first travel dan travel lain yang berbasis investasi dan sebagainya

Bahkan wacana tersebut berkembang ke arah audit travel Haji dan Umroh, dimana hal tersebut perlu segera dilakukan menyusul meledaknya kasus penipuan Umrah oleh sejumlah travel. Audit kepada semua travel umrah itu diperlukan untuk menentukan travel yang layak dan tidak layak. Beberapa pihak di dewan perwakilan rakyat pun ikut mendesak Polri dan Kementerian Agama untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas itu nantinya akan menangani travel Umrah dan Haji abal-abal. Mereka pun meminta kepada majelis hakim agar pelaku penipuan jamaah Umrah ini mendapatkan hukuman seberat mungkin, sebab sangat merugikan moril dan materiil jamaah yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci.

Walaupun demikian tanpa henti pemerintah juga terus menghimbau agar jamaah yang sudah menyetor dana untuk keberangkatan Umrah, dapat diberangkatkan oleh pihak travel sesuai yang dijanjikan. Jika terjadi kendala maka jamaah harus diberi penjelasan agar bisa memahami dan diharapkan ada solusi. Karena tingginya minat umat Islam untuk berangkat ibadah Umrah, diperkirakan ada kaitannya dengan masih panjangnya daftar tunggu jamaah calon Haji. Oleh karena itu tidak sedikit sebagian warga akhirnya memilih berangkat Umrah, baru kemudian menabung untuk mendaftar Haji dengan alasan umur dan waktu.