Responsive image
0
0
0

PEMERINTAH TETAPKAN 20 JUTA MINIMAL HARGA UMROH

Gonjang ganjing dalam dunia travel Umroh ternyata membuat Kementerian Agama Republik Indonesia berencana memberlakukan acuan minimal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah (BPIU) yaitu sebesar Rp 20 juta dalam waktu dekat ini. Rencana penerapan kebijakan acuan minimal BPIU itu untuk mencegah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menjual paket umrah atau Haji ke Tanah Suci yang terlalu murah sehingga berpotensi merugikan jemaah.

Adapun acuan angka 20 juta itu telah dibahas bersama-sama lintas sektor di antaranya adalah pihak Kemenag, asosiasi perwakilan PPIU, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan unsur terkait. BPIU acuan yang ditetapkan sebesar Rp20 juta itu merupakan perhitungan final yang memperhitungkan harga masuk akal dengan standar pelayanan minumum (SPM) dari PPIU.

Jika ada angka kurang dari itu, maka masyarakat perlu mencermati unsur apa yang dikurangi dalam paket Umrah tersebut. Apakah akomodasi yang kurang layak, makanan harian yang di sediakan ketika di Arab Saudi, maupun hotel atau tempat penginapan yang di pesankan oleh pihak biro travel kepada jemaah serta jemaah mengurus pembuatan visa atau paspor dengan sendiri atau melalui biro travel tersebut. Jadi, masyarakat yang akan melakukan Umrah harus mengetahui hal tersebut. Karena hal tersebut sangat dibutuhkan jamaah Umrah ketika berada di Arab Saudi.

Sejauh ini, dari banyak kasus travel Umrah resmi dan bodong kerap menjual paket murah yang tidak masuk akal. Mulai dari akomodasi, makanan, maupun penginapan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh jemaah umrah. Dan mengakibatkan kekecewaan terhadap jamaah Umrah dan akan berdampak pada konsentrasi jamaah ketika melakukan ibadah Umrah.

Kebanyakan kasus itu memicu jamaah Umrah dirugikan karena tergoda paket murah. sehingga banyak jamaah Umrah yang mendaftarkan dirinya ke biro travel bodong tersebut dengan tanpa mengecek apakah terdaftar di Kementerian Agama, maupun tidak mrnanyakan terkait dapat atau tidaknya paspor dan visa, serta riwayat perjalanan umrah di travel apakah pernah dicekal imigrasi ataupun persoalan lainnya.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah menangkap beberapa biro travel yang melanggar aturan pemerintah. Tetapi, masih ada saja jamaah Umrah yang terlantar ketika berada di Arab Saudi yang menyebabkan ketidaknyamanan jemaah umrah di Arab Saudi. Dengan ketidaknyamanan tersebut, jamaah mengakibatkan jamaah Umrah tidak khushuk dalam melakukan ibadah umrahnya. Maka dari itu, hindari biro travel yang tidak jelas dan menggiurkan harga murah. mulailah menjadi jamaah Umrah yang pandai.

Artikel Rekomendasi