Responsive image
0
0
0

SUNNAH BERPAKAIAN IHROM SEBELUM BIR ALI

Di dalam sejarah banyak disebutkan bahwa sejak zaman Rasulullah SAW umat Islam yang akan melaksanakan ibadah Haji ke Makkah telah mempersiapkan segalanya sejak dari rumah, termasuk mandi dan memakai kain ihrom. Hal ini yang sering dilakukan oleh para penduduk Madinah, kota tempat Rasulullah SAW memulai perjalanan Haji.

Dengan demikian, jika jamaah Haji ingin mengikuti sunnah Rosulullah hendaknya para jamaah Haji Indonesia yang sudah berada di Madinah untuk mandi sunnah dan memakai kain ihrom sejak dari pemondokan, melakukan hal itu dengan niat Ittiba’ atau mengikuti apa yang dilakukan oleh Rosulullah dan para sahabatnya, bukan karena faktor lebih mudah dan supaya tidak repot.

Hal ini disebabkan Bir Ali bukan hukum awal pemakaian Ihrom, namun tempat kita niat berihrom atau disebut dengan miqot. Jadi jamaah Haji atau Umroh harus memahami perbedaan tempat awal pemakaian ihrom dan tempat niat untuk berihrom.

BIrr Ali adalah tempat mengambil Miqot (Batas), yakni batas akhir memulai kegiatan ihrom. Yakni mulai niat dan meninggalkan larangan-larangan bagi orang yang sedang menunaikan ibadah haji. Dahulu Rasulullah sudah mempersiapkan semuanya sejak dari rumah dengan dibantu oleh isterinya, Sayyidah Aisyah.

Dan dari dulu Rasulullah SAW beserta para sahabatnya, mengambil Miqot di Birr Ali, tapi sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak di Madinah. Bukan kok semuanya baru dipersiapkan sejak di Bir Ali itu

Jadi untuk jamaah yang akan ke Bir Ali hendaknya mempersiapkan diri di hotel atau pemodokan dengan mandi ihrom, dan berpakaian ihrom, diperbolehkan mengenakan sabun wangi atau wewangian sebelum niat ihrom di tempat miqot yaitu Bir Ali. Tentu saja ini sangat meringankan jamaah sebab tidak perlu antri di tempat miqot.

Namun jika jamaah ingin mandi dan berganti pakaian di tempat miqot memang tidak dilarang sama sekali. Sebab tidak ada dasar hukum sama sekali yang melarangnya, akan tetapi dianggap menyelesihi sunnah sekalipun tidak dilarang.