Responsive image
0
0
0

RINCIAN BATU UNTUK MELONTAR

Setelah jamaah Haji berwukuf di padang Arafah, keesokan harinya jamaah Haji akan di angkut dengan bus yang telah disiapkan oleh muasassah berdasarkan urutan undian kloter masing masing menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam walaupun hanya sebentar sebagai salah satu rukun dari rukun Haji.

Saat jamaah Haji berada di Muzdalifah, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari batu kecil untuk persiapan melontar di Mina yaitu lontaran jumroh Aqobah, Ula dan Wustha. Tentu saja jamaah Haji harus mempersiapkan kantong batu yang biasanya dibagikan oleh Kemenag saat berada di Embarkasi Haji masing masing daerah. Kemudian jamaah Haji melaksanakan berbagai aktifitas amal sholeh seperti berzikir, shalawat dan doa doa.

Ada yang perlu diperhatikan oleh setiap jamaah Haji saat mengambil batu kecil untuk melontar yaitu jumlah batu kecil yang harus diambil di Muzdalifah dimana jika kita bermalam selama tiga hari di Mina yaitu mengambil nafar tsani, maka batu yang disiapkan berjumlah 70 butir. Namun, jika memilih dua hari saja yaitu nafar awal maka total batu yang disiapkan berjumlah 49 butir.

Adapun rincian batu kecil yang dipersiapkan untuk melontar tersebut sebagai berikut:

1. Tujuh butir batu untuk melempari Jamrah Aqabah pada Hari Nahar atau hari ke 10 Dzulhijjah. Karena hanya melontar Jumrah Aqabah saja. Setelah itu jamaah Haji yang mengambil Haji jenis Tamattu akan tahalul dan melepas pakaian ihrom, mengenakan pakaian biasa.

2. Lalu 21 butir batu dilemparkan pada hari ke-11Dzulhijjah. Karena jamarat yang akan dilontar ada tiga buah, yaitu Aqobah, Ula dan Wustho, masing-masing tempat jumrah dilempar dengan tujuh batu kecil.

3. Keesokan harinya dengan 21 butir batu dilemparkan pada hari 12 Dzulhijjah. Sama dengan hari ke-11 Dzulhijjah, yaitu melontar tiga tempat jamarat. Masing-masih jumrah dilempar dengan tujuh batu kecil.

Jika para jamaah Haji meninggalkan mabit di Mina pada hari ke 12 (nafar awal), maka total batu yang dipersiapkan adalah 7+21+21 = 49 butir batu. Akan tetapi, jika bermalam di Mina selama tiga hari, yaitu sampai hari ke-13 (nafar tsani), maka jamaah Haji  harus menambah 21 butir batu lagi. Ke-21 butir batu yang dilempar pada hari ke-13 Dzulhijjah itu untuk melontar tiga tempat jamarat. Masing-masing tempat jumrah dilempar dengan tujuh batu. Namun alangkah baiknya jamaah melebihkan 5 sampai 7 butir batu saat mengambil di Muzdalifah, untuk jaga jaga jika jatuh saat melempar atau ada teman yang kurang jumlah batunya.

Demikianlah pendapat yang masyhur dan terkenal sebagai panduan jamaah Haji. Pendapat lain dari Mazhab Ahmad, apabila para jamaah Haji hanya melempari lima buah batu, maka pekerjaannya dianggap telah sah. Demikian pula pendapat Atha. Mujahid mengatakan, dianggap telah sah dengan hanya melempar enam buah batu.