Responsive image
0
0
0

TATA CARA UMROH SESUAI SUNNAH

Tata cara umroh biasanya akan disampaikan oleh panitia penyelenggara umroh ketika proses manasik. Hal ini perlu diperhatikan oleh semua jamaah umroh agar mereka tidak melakukan kesahalan ketika mulai melalukan ibadah di tanah suci.

 

Tata cara melakukan ibadah umroh harus dilakukan berurutan sesuai dengan sunnah yang ditentukan. Dimulai dari mengucapkan niat dan berpakaian ihram. Lalu dilanjutkan dengan melaksanakan tawaf, sa'i dan yang terakhir adalah tahalul. Semua rangkaian ibadah tersebut wajib dilaksanakan oleh seluruh jamaah umroh.

 

1. Membaca Niat dan Berpakaian Ihram

Niat melaksanakan umroh diucapkan ketika berada di kota Madinah, tepatnya di Bir Ali. Ketika mengucapkan niat, para jamaah sudah berpakaian ihram. Setelah mengenakan kain ihram, jamaah melakukan shalat sunnah ihram sebanyak dua rakaat.

Ketika menggunakan pakaian ihram, para jamaah dilatang untuj menggunakan wewangian, menggunakan peci/kopyah serta berhubungan suami istri. Selain itu, ketika sedang membersihkan hadast kecil dan hadast besar (mandi), para jamaah juga dilarang untuk menggunakan sabun mandi dan pasti gigi.

Setelah membersihkan diri, memakai pakaian ihram dan berpakaian ihram, para jamaah akan dibawa menuju Makkah. Selama perjalanan, para janaah umroh diharuskan untuk mengucap kalimat talbiyah sebanyak-banyaknya dengan rasa ikhlas dan khusyuk dari hati.

 

2. Tawaf

Setelah sampai di Makkah, semua jamaah haji diharuskan untuk segera melakukan tawaf. Jadi jangan sampai mengulur-ngulur waktu atau bersantai-santai ketika akan melaksanakan tawaf. Karna sunah yang dianjurkan oleh Rasulallah saw adalah kita harus sesegera mungkin melaksanakan tawaf sesampainya di Makkah.

Sebelum melaksanakan tawaf, para jamaah diwajibkan untuk berwudhu dahulu. Jika selama perjalanan sudah melasanakan wudhu, namun sesampainya di Makkah ternyata mengalami sesuatu hal yang menyebabkan batalnya wudhu, maka para jamaah wajib untuk melakukan wudhu kembali.

Tawaf dimulai dari Hadjar Aswad dengan mengucapkan kalimat Bismillahi Allahuakbar. Lalu mencium dan mengusap Hadjar Aswad. Dilanjutkan dengan mencium kedua belah tangan yang sebelumnya digunakan untuk mengusap Hadjar Aswad tersebut. Serta memberi insyarat ke arah Hadjar Aswad dengan tangan kanan.

Selanjutnya para jamaah dilanjutkan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan melafalkan doa sapu jagad. Disunnahkan bagi jamaah pria untuk raml (berlari-lari kecil) pada putaran ke 1-3. Lalu pada putaran ke 4-7 berjalan biasa.

Lalu setelah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran, para jamaah disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah Thawaf sebanyaj dua rakaat di sekitar makam Nabi Ibrahim as. Pada rakaat pertama disunnahkan untuk membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua disunnahkan untuk membaca surat Al Ikhlas. Dan pelengkap dari thawaf adalah meminum air zam zam di tempat yang sudah disediakan. Jangan lupa untuk membaca doa Allahhumma inni as'aluka ngilman naafi'aan warizqoon wa si'aan wa syifaa'an minkulli dza'inwasaaqomin birohmatika yaa arhamarrohimiyn.

 

3. Sa'i

Tata cara umrah yang ketiga menurut sunnah adalah melakujan sa'i. Sa'i adalah berjalan kaki antara bukit Safa dan bukit Marwah bolak-balik sebanyak 7 kali. Para jamaah umrah akan melalukan sekali ke Marwah dan sekali ke Sa'i maka yang tersebut itu sudah terhitung 2 kali sa'i dengan tujuan sa'i terakhir berada di bukit Marwah.

 

4. Tahalul

Tahalul adalah proses yang tetakhir harus dilakukan para jamaah ketika umroh. Tahalul sendiri artinya adalah membatalkan ihram dengan cara memotong/mencukur habis rambut khusus untuk pria. Dan memotong sebagian kecil dari ujung rambut khusus untuk wanita.

 

Demikianlah tata cara melakukan umrah sesuai dengan sunnah Rasulallah saw. Semoga uraian di atas dapat memperlancar dan menambah kekhusyukan para jamaah semuanya.