Responsive image
0
0
0

TEHNIS PELAKSANAAN HAJI IFROD

Istilah Haji ifrod yaitu seseorang yang melaksanakan secara terpisah antara Haji dan Umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim Haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu Haji. Pelaksanaan Haji ifrod ini agak sulit dibanding jenis Haji lainnya, dimana jamaah Haji dibatas miqat sebelum memasuki Makkah harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan “Ibadah Haji” sekaligus “Ibadah Umrah”. Jama’ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah. Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati. Memang Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda

Tehnis pelaksanaan Haji Ifrod ini sebagai berikut :

1. Miqot

Untuk jamaah Haji yang ingin melaksakan Haji ifrod ini tetap harus berihrom ditempat miqot hajinya yaitu di Bir Ali/ Dzulhulaifah di Madinah. Sedangkan bagi jamaah Haji gelombang II, miqot hajinya bisa di atas pesawat saat melintasi Yalamlam atau di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

2. Menuju Makkah untuk thawaf qudum

Jamaah Haji melaksanakan thawaf qudum dan berdoa dengan doa thawaf. Selesai Thawaf, boleh melaksanakan Sai dan berdoa dengan Doa Sa'i . Tetapi tidak diakhiri dengan tahallul atau mencukur rambut namun jika setelah thawaf kemudian dilanjutkan dengan sa'i maka ketika thawaf ifadhah tidak perlu sa'i lagi. Jika melaksanakan thawaf saja tanpa sa'i maka ketika thawaf ifadhah disertai dengan sa'i

Selama di Makkah sambil menanti waktu wukuf tetap dalam keadaan ihram dan larangan-larangan ihram masih tetap berlaku sampai pelaksanaan tahallul awalnya selesai. Karena itu pelaksanaan haji dengan cara ifrad ini sangatlah berat khususnya dalam menjaga larangan-larangan ihramnya.

3. Wukuf Arafah

Jamaah haji yang melaksanakan ibadah Haji dengan cara ifrad maka ketika persiapan ke Arofah Tanggal 8 DZulhijjah untuk wukuf, tidak perlu mempersiapkan diri untuk niat ihram hajinya lagi, seperti halnya haji tamattu' karena mereka masih dalam kondisi berihram. Selanjutnya proses ibadah hajinya sama seperti pelaksanaan haji tamattu.

Umumnya menjelang siang hari jamaah Haji akan diberangkatkan ke Arofah oleh Maktab dengan bis secara bergilir biasanya sesuai urutan hasil qur'ah,  adapun waktu wukuf ini dimulai saat tergelincir matahari sampai terbenam matahari. Kemudian disore hari setelah maghrib jamaah Haji akan diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk mabit disana. Pemberangkatan secara bergelombang sesuai urutan. Janganlah berebut dan ingatlah kita masih dalam kondisi ihram.

4.Mabit di Muzdalifah

Selama mabit di Muzdalifah, jamaah Haji bisa mencari kerikil untuk melontar jamrah Aqobah sebanyak 7-10 butir. Jika melontar jamrah sampai tanggal 13 Dzulhijjah maka jumlah kerikil yang dikumpulkan sebanyak 70 butir kerikil. Kemudian lewat tengah malam jamaah Haji akan diberangkatkan lagi menuju ke kemah di Mina untuk melaksanakan melontar jumrah.

 

5. Mabit di Mina Tanggal 10 Dzulhijjah

Setelah istirahat sejenak di kemah Mina jamaah Haji ifrod ini segera melontar jumrah aqobah agar bisa segera melaksanakan Tahallul Awal sehingga bisa terbebas dari larangan ihram.

Setelah selesai melaksanakan melontar jumrah baik mengambil nafar awal ataupun nafar tsani. jamaah Haji akan pulang ke hotel di makkah

6. Menyempurnakan thawaf qudum

Rukun Haji bagi jamaah Haji yang mengambiljenis ifrod setelah mabit di Mina adalah melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa'i di Masjidil Haram namun tanpa mencukur rambut lagi

Demikian rangkaian Haji ifrod yang dilaksanakan dan tinggal menunggu pelaksanaan thawaf wada' sebelum ke Madinah bagi gelombang II dan pulang ke Tanah Air bagi gelombang I.

 

Artikel Rekomendasi