Responsive image
0
0
0

MOTIVASI JAMAAH BERZIARAH KUBUR SAAT DI TANAH SUCI

Permasalahan ziarah kubur saat berhaji dan Umroh memang selalu menjadi kontroversi, sebagian jamaah terkadang enggan untuk berziarah kubur dan sebagian yang lain punya keinginan yang besar untuk berziarah ke Mualla dan Baqi Al ghorqod. Bahkan sampai terjadi perdebatan. Lalu bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur ini dalam Islam

Dalam pandangan ahlusunnah waljamaah sebenarnya ziarah kubur ini hukumnya sunnah berdasarkan sebuah hadist dimana Imam Turmudzi meriwayatkan satu hadits disaat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallama bersabda:

Sungguh dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur. (Kini) telah diijinkan bagi Muhammad untuk berziarah ke kubur ibunya. Maka berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat.”

Dalam riwayat Imam Muslim Rasul menuturkan: Maka berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan pada kematian.

Kemudian dalam beberapa riwayat kita bisa menjumpai keterangan bahwa Rasulullah pernah berziarah ke makam ibundanya Sayidatina Aminah. Beliau juga berziarah ke komplek pemakaman Baqi’ untuk menziarahi ahli kubur para sahabat yang gugur di perang Badar dan Uhud. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah: Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama pernah berziarah ke kubur ibundanya, maka beliau menangis dan menjadikan orang di sekitarnya menangis.

Imam Malik dalam Muwatho’-nya juga meriwayatkan: Sesungguhnya aku diutus (untuk berziarah) ke ahlul baqi’ untuk mendoakan mereka.

Memang di tanah suci sebagian besar jamaah Haji atau Umroh melakukan ziaran kubur di Mualla dan Baqi dengan berbagai macam motivasi. Ada yang hanya berkirim doa, ada yang tujuan bertabarruk, dan lain sebagainya. Namun semua intisari ziarah kubur adalah satu yaitu mengingat kematian.

Hal inilah yang membuat Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya menuturkan bahwa ada 4 macam motivasi orang melakukan ziarah kubur:

1. Ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat mati dan akhirat. Ziarah dengan motivasi ini bisa hanya dengan melihat kuburan atau komplek pemakaman saja tanpa harus tahu siapa yang bersemayam di dalam kuburan. Tidak harus kuburan orang muslim, bahkan kuburan orang kafir sekalipun bisa menjadi sarana untuk menjadikan seorang muslim mengingat kematian dan kehidupan akhirat yang pada saatnya nanti akan ia lakoni.

2. Ziarah kubur dengan tujuan untuk mendoakan orang yang ada di dalam kuburan. Menurut Syekh Nawawi ziarah dengan tujuan ini disunahkan bagi setiap orang muslim. Tentunya kuburan yang dikunjungi juga kuburan yang di dalamnya bersemayam jenazah orang muslim, pun tidak harus kuburan keluarga sendiri.

3. Ziarah kubur dengan motivasi untuk tabarruk atau mendapatkan keberkahan. Ziarah dengan tujuan ini disunahkan dengan mengunjungi kuburnya orang-orang yang dikenal baik pada waktu hidupnya.

4. Ziarah kubur dengan motivasi untuk memenuhi hak ahli kubur yang diziarahi, seperti ziarah ke makam Rasulullah dan makam orang tua

Artikel Rekomendasi