Responsive image
0
0
0

AKSI JAMAAH YANG MEMBUAT ARAB SAUDI MARAH

Setelah beredarnya video yang berisi tingkah laku jamaah Umroh saat melaksanakan ibadah sai melantunkan nasyid Hubbul wathon dan Pancasila, dimana dalam video tersebut para jamaah yang terdiri dari puluhan orang dengan semangat mendendangkan nasyid tersebut. Ternyata membuat Kerajaan Arab Saudi marah dengan kelakuan sebagian jamaah Umrah Indonesia yang mengucapkan Pancasila dan menyanyikan nasyid Ya Lal Wathan saat sedang melakukan sai tersebut.

Kerajaan Saudi menganggap apa yang dilakukan oleh sebagian jamaah Umroh asal Indonesia itu sudah tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh nabi Muhammad Saw, sebab sai merupakan bagian dari ritual Umrah atau Haji, berupa berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa.

Tentu saja setelah video tersebut viral di media sosial langsung disambut dengan tindakan teguran kerajaan Arab Saudi, mereka khawatir jika hal itu dibiarkan akan berkembang dengan hal hal yang berbau politisasi saat berhaji dan Umroh dan akan di ikuti oleh Negara Negara muslim lainnya.

Keberatan tersebut membuat kerajaan Arab Saudi mengajukan protes atas perbuatan segelintir orang Indonesia itu kepada Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.  Tentu saja aksi di mas'a ( tempat menjalankan sai) tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi saat ini sedang dalam masa keemasan. Sehingga Kemenag dalam waktu dekat akan lebih ketat memberikan persyaratan khusus dalam urusan pembimbing Haji dan Umroh.

Wacana sertifikasi pembimbing Haji dan Umroh ini terus bergulir di tanah air, mendesak pemerintah lebih selektif untuk urusan bimbingan Haji dan umroh untuk masyarakat agar kejadian yang memalukan tersebut tidak terulang kembali sebab dampaknya bisa saja pihak kerajaan Arab Saudi membatasi dan mempersulit kedatangan jamaah ke tanah suci.

Pihak kedutaan Indonesia di Arab Saudi meminta kepada seluruh warga Indonesia sedang berada atau akan berkunjung ke Arab Saudi untuk mematuhi aturan dan norma-norma berlaku di negara Kabah itu. Apalagi kerajaan Arab Saudi melarang keras politisasi Umrah dan Haji.