Responsive image
0
0
0

AKHLAK DAN KEJUJURAN CALON HAJI

Sebagai salah satu rukun Islam, ibadah Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan. Dalam konsep agama Islam, rukun Islam yang tidak ditunaikan (satu saja), mengakibatkan batalnya keIslaman seseorang, sehingga berhaji menjadi urusan yang sangat penting, terutama bagi yang mampu.

Di Indonesia sendiri, sangat banyak sekali yang ingin menunaikan rukun terakhir dari rukum Islam yang lima ini, namun kalau zaman dulu, baru bisa pergi Haji kalau sudah punya uang, kalau zaman sekarang, punya uang saat ini, belum tentu bisa berhaji tahun ini juga. Disebabkan kuota Haji yang diberikan kerajaan Saudi sangat terbatas

Berapa banyak yang sudah bayar sekarang, baru bisa berangkat 10 tahun kedepan, atau 15 tahun depan. Kondisi seperti ini, membuat sebagian orang yang tidak sabar ingin segera berhaji, kemudian melakukan cara-cara yang tidak jujur agar dapat diberangkatkan secepatnya.

Bagi yang hajinya menggunakan ONH plus biasanya memang dapat berangkat pada 5 tahun kedepan setelah mendaftar. Problemnya adalah yang di haji reguler. Seringkali para calhaj ini menggunakan cara yang tidak sportif agar mereka dapat berhaji. Sebagai contoh misal “nembak KTP” kabupaten atau provinsi lain yang kuota masih tersedia. Kasus ini pula yang menyebabkan kacau balaunya Haji di beberapa propinsi

Salah satu contoh sebuah propinsi yang kuotanya telah penuh sampai 15 tahun kedepan, kemudian si calhaj tadi nembak KTP atau membayar sejumlah uang kepada calo calo Haji agar bisa dimasukkan ke daerah yang kuotanya dibawah 10 tahun, tentu saja jamaah yang berada di daerah tersebut akan gagal berangkat dengan kasus tersebut

Belum lagi karena banyaknya jamaah yang ingin berangkat Haji dengan cepat tergiur dengan rayuan para calo yang akan memasukkan mereka ke daerah tertentu, namun berujung kepada penipuan sehingga tidak sedikit jamaah yang mengalami kerugian besar akibat penipuan tersebut.

Berhaji adalah suatu ibadah yang niatnya harus ikhlas, lurus, bersih, begitu pula proses keberlangsungannya, baik pre departure, saat disana, dan ketika kembali pulang. Lha kalau awalnya saja sudah dicederai dengan cara-cara yang tidak benar, bagaimana mungkin bisa berharap kembali dengan status mabrur.

Kejujuran dan keikhlasan serta ketawakkalan memang modal utama bagi orang yang ingin melaksanakan ibadah Haji. Sekalipun ibadah Haji ini merupakan urusan yang sangat penting dan di dahulukan namun bukan berati kita harus mengorbankan kepentingan orang lain demi kepentingan pribadi.

Artikel Rekomendasi