Responsive image
0
0
0

MASJID BERNILAI HISTORIS DI TANAH SUCI

Menyambangi tanah suci adalah suatu kenikmatan beribadah yang luar biasa. Selain kita bisa merasakan suasana beribadah yang khusyuk, merasakan cinta Allah, merasa lebih dekat dengan Allah, kita juga dijamin mendapatkan kebaikan yang sangat besar, apalagi jika kita melaksanakan ibadah dengan tulus ikhlas, menghayati, dan mabrur. Selain melaksanakan rangkaian haji, tidak ada salahnya kita berkeliling kota untuk mendatangi masjid-masjid yang ada. Selain mendirikan shalat, kita juga bisa mengetahui sejarah yang tercatat pada masjid-masjid berikut ini.

 

Saat kita masih berada di wilayah Makkah, ada baiknya kita menyambangi masjid Al Jin atau masjid Jin. Masjid yang berada di kawasan Ghazza, distrik Mala yaitu sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram. Dinamakan Masjid Al Jin karena konon saat Nabi Muhammad SAW sedang melantunkan ayat suci Al Quran di sana, jin yang sedang lewat tertarik dengan suara merdu Nabi Muhammad. Kemudian jin tersebut berdialok dengan Nabi dan memutuskan untuk masuk Islam. Di masjid ini lah saksi masuk Islam nya para jin tersebut.

 

Selanjutnya adalah Masjid Namirah yang terletak di perbatasan Al haram dan Arafah. Konon, Nabi Muhammad pernah singgah di sini dan mendirikan shalat sebelum melakukan wukuf di Arafah karena lokasinya yang berdekatan. Nabi Muhammad juga pernah berkhutbah di sini. Kemudian, bekas khutbah Nabi ini lah yang dibangun menjadi masjid di pertengahan abad kedua, oleh penguasa Abasiyah. Diberi nama Namirah karena lokasinya yang dekat dengan salah satu bukit di sebelah barat masjid yang bernama Namirah.

 

Yang ketiga adalah Masjid Ji'ranah atau penduduk Makkah biasa menyebutnya Ju'ranah. Masjid yang berada di perbatasan kota Haram dari selatan Makkah ke arah Thaif ini biasa digunakan oleh masyarakat Makkah untuk melakukan ihram saat haji atau umrah. Konon, Rasulullah pernah singgah di sini sepulang dari perang Hunain dan membagikan harta rampasan perang di sana. Rasulullah berihram di Ji'ranah untuk melakukan umrohnya yang ketiga. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW berumroh sebanyak 4 kali dalam hidupnya. Pertama, umroh Hudaibiyah, Umroh Qadha', Umroh dari Ji'ranah, dan Umroh saat melakukan haji wada'. Berihram dari Ji'ranah adalah tempat miqat paling afdal karena Rasul sendiri melakukannya dan bermukin di sana 13 hari.

 

Yang terakhir, saat kita sedang mengunjungi Masjid Nabawi, coba jalan sedikit sekitar 580 meter, atau 385 meter dari pemakaman baqi. Di sana kita akan menemukan masjid Al Ijabah. Masjid ini tampak lebih kecil dari Masjid Nabawi, namun bersahaja dan menjadi saksi kecintaan Rasul kepada umatnya. Konon, Rasulullah memanjatkan 3 doa kepada Allah di mana 2 doa dikabulkan, dan 1 tidak dikabulkan. Doa yang dikabulkan adalah agar Allah tidak membinasakan umat Rasul dengan kekeringan dan kelaparan. Doa yang kedua adalah agar Allah tidak membinasakan umatnya dengan ditenggelamkan. Dan doa yang terakhir, di mana doa ini belum dikabulkan kala itu, yaitu agar tidak ada fitnah dan perbedaan di antara umatnya.

Artikel Rekomendasi