Responsive image
0
0
0

HAJI, SARANA PEMBENAHAN MORAL

Sebagai umat muslim, pergi haji adalah impian. Berkumpul bersama ribuan orang dari seluruh penjuru dunia, berdoa dan mengagungkan nama Allah di tanah suci merupakan kenikmatan beribadah yang tiada duanya. Hampir semua orang sudah memiliki niat dalam hatinya untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima ini. Namun belum semua yang berniat merealisasikan niat tersebut dengan usaha yang nyata. Bahkan cenderung menunda-nunda dengan berbagai alasan. Padahal kita dianjurkan untuk menyegerakan ibadah ini.

 

Ibadah haji, merupakan ibadah yang luar biasa. Dilihat dari sisi materi yang harus dikeluarkan adalah tidak sedikit. Waktu yang digunakan tidak sebentar, mengingat antrian haji di Indonesia. Kekuatan fisik yang harus lebih kuat dan adaptif. Namun jika hayati lagi ibadah ini, meskipun terkesan "lebih berat" dariapada ibadah yang lain, menyimpan makna dan pelajaran yang berharga khususnya untuk kita yang menjalankannya.

 

Ibadah haji bukan hanya sekedar kewajiban, lebih dari itu, ibadah haji harus mengubah kita menjadi individu yang lebih arif dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, ibadah ini memerlukan penghayatan yang baik. Karena hakikat mabrurnya haji seseorang bukan hanya dilihat dair sesuainya ibadah haji orang tersebut dengan syariatnya, melainkan perubahan perilaku dan pola pikir yang lebih baik.

 

Sebenarnya dengan ibadah haji, kita bisa mendapatkan kebaikan untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Ingat, sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Setelah selesai menunaikan haji, kita harus bisa mengamalkan nilai nilai ibadah haji yang sebelumnya kita laksanakan di tanah suci. Mari hayati lagi makna ukhuwah, kasih sayang, tolong menolong sesama manusia. Kita diharapkan bisa mengaplikasikan nilai ukhuwah di antara masyarakat yang semakin kehilangan nilai ini, mengingat banyaknya kasus main hakim sendiri.

 

Selain itu, ingatlah kenikmatan beribadah di tanah suci dan rasa rindu yang selalu datang untuk kembali datang ke sana. Semoga hal tersebut bisa membangkitkan semangat beribadah kita lebih besar daripada sebelumnya. Dengan semangat yang besar dari diri sendiri, diharapkan kita bisa membawa hal positif tersebut kepada lingkungan sekitar kita.

 

"Gelar haji" yang disematkan oleh masyarakat kepada nama kita, sebenarnya memiliki tanggungjawab yang besar. Selain membawa perubahan yang jauh lebih baik, kita juga harus bisa menjadi sumber kebaikan untuk masyarakat sekitar. Bayangkan betapa bermanfaatnya hidup kita dengan mengamalkan nilai nilai ibadah haji kepada orang lain. Apalagi jika kita mengerjakannya sepanjang hidup.

 

Praktik nilai ibadah haji yang lebih konkret adalah kita bisa menjadi orang yang lemah lembut, menjadi panutan bagi orang lain, lebih semangat beribadah dan menularkan semangat tersebut kepada orang lain, lebih rajin beribadah sosial seperti bersedekah, gotong royong, membangun masjid, menyantuni anak yatim dan piatu, menegakkan kebenaran, menjauhi korupsi, dan perbuatan keji lainnya. Yuk, sempurnakan kewajiban kita sebagai umat muslim dengan menunaikan ibadah haji dan jadilah agen perubahan ke arah yang lebih baik bagi lingkungan sekitar.

Artikel Rekomendasi