Responsive image
0
0
0

MENYAMBANGI TAMAN SURGA

Tanah suci memang diciptakan dengan penuh rahmat kepada seluruh manusia. Di sana kita bisa merasakan kasih sayang Allah yang nyata kepada makhluk Nya dengan mengunjungi banyak tempat di mana jika kita berdoa di sana maka permohonan dan doa kita pasti akan dikabulkan, salah satunya adalah menyambangi taman surga yang ada di dalam masjid Nabawi atau yang biasa disebut Raudhah.

 

Raudhah adalah bagian dalam masjid Nabawi yang hanya seluas 144 meter persegi. Dulu, raudhah adalah area antara rumah Nabi Muhammad dan mimbar nya tempat berkhutbah di Masjid Nabawi. Raudhah ini merupakan tempat yang sangat istimewa seperti yang pernah disabdakan Nabi Muhammad SAW "antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga". Dengan begitu, raudhah memiliki keistimewaan dan keutamaan.

 

Untuk membedakan raudhah dengan ruangan lainnya dalam masjid Nabawi, raudhah yang tidak terlalu luas ini diberikan karpet berwarna hijau. Sedangkan seluruh karpet di masjid Nabawi ini berwarna merah. Cukup mudah untuk membedakan taman surga ini bukan?

 

Makna dari sabda Rasulullah adalah karena istimewanya raudhah, membuat kita seakan akan sedang duduk di taman dari taman surga. Saat kita shalat di raudhah maka kita akan mendapat banyak pahala dan kebaikan. Jika melaksanakan ibadah di raudhah maka akan diganjarkan pahala sebesar 1000 kali lipat serta dikabulkannya doa-doa. Di dalam rudhah kita disunnahkan untuk mendirikan shalat, berzikir, beritikaf serta membaca Al Quran.

 

Selain itu, saat shalat di raudhah kita tidak diberikan banyak waktu sampai berjam-jam. Maksimal hanya 30 menit, berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Namun untuk perempuan, hanya diperbolehkan setelah subuh, zuhur dan isya saja. Dengan pembatasan waktu ini pun antrian untuk bergantian masuk ke raudhah masih cukup panjang.

 

Dengan kondisi yang selalu ramai bahkan cenderung berdesakan, kita bisa mempelajari dulu situasinya agar bisa mencapai taman surga tersebut. Pelajarilah situasinya dan pola buka tutupnya. Agar mendapat waktu yang lebih panjang di raudhah, kita bisa mencoba strategi berikut ini. Usahakan untuk mendekatkan diri dengan area raudhah (di dekat pintu masuk, bisa duduk, berdiri atau mengantri. Namun jangan masuk dahulu). Beberapa menit sebelum adzan berkumandang usahakan kita sudah berada di dalam area raudhah. Karena saat adzan berkumandang, kita tidak akan disuruh pindah dari raudhah. Maka kita bisa berdiam di sana sekitar 30 menit. Namun ini hanya berlaku untuk jamaah laki-laki.

 

Kita juga bisa mendatangi raudhah saat tengah malam. Karena saat itu raudhah tidak seramai saat siang hari. Dengan begini kita bisa dengan leluasa melaksanakan shalat, beritikaf bahkan membaca Al Quran di raudhah. Namun konsekuensinya, kita harus kuat begandang semalaman.