Responsive image
0
0
0

TUKANG KAYU NAIK HAJI UNTUK PENUHI PANGGILAN NYA

Ibadah haji merupakan panggilan suci dari Allah kepada manusia sebagai rukun islam yang terakhir. Menjadi syarat wajib bagi yang mampu melaksanakannya. Sebaiknya, kita bersegera melaksanakan ibadah haji karena kita tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi kepada kita. Khawatirnya, sebelum kita sempat melaksanakan ibadah suci tersebut, Allah telah lebih dulu memanggil kita. Bagaimana pun kondisi kita, apabila ada niat, pasti Allah permudah jalan kita untuk mencapai tanah suci. Seperti bapak seorang tukang kayu yang berhasil memenuhi panggilan Allah ke baitullah.

 

Ibadah haji, karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit bahkan cenderung sangat besar terkadang menjadikan paradigma bahwa pergi haji adalah ibadah yang hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang memiliki kelebihan dari sisi finansial. Bagi yang hidup pas-pasan, hampir tidak mungkin untuk pergi ke tanah suci. Namun, sekali lagi. Jika kita sudah mantap berniat untuk melaksanakan ibadah haji, maka akan Allah mudahkan jalan kita. Banyak masyarakat yang bukan berasal dari kalangan berkelebihan, namun bisa berangkat ke tanah suci.

 

Seperti Bapak Sodikun, seorang kakek yang bekerja sebagai tukang kayu di sebuah madrasah di Kudus, akhirnya berangkat haji tahun 2016 lalu. Bapak Sodikun telah menekuni profesinya sebagai tukang kayu di madrasah tersebut sejak lama. Begitupun dengan niatnya untuk pergi memenuhi panggilan Allah. Pak Dikun, begitu ia akrab dipanggil, dikenal sebagai orang yang penyabar dan sederhana. Pak Dikun juga sangat berjasa dalam menyiapkan dan merawat kursi, bangku dan peralatan meuble lainnya yang ada di madrasah. Karenanya, proses belajar dan mengajar di madrasah berjalan dengan lancar.

 

Sudah lintas angkatan yang mengenal Pak Dikun karena jasanya di madrasah tempat ia bekerja. Karena jasanya juga, ia bisa bermanfaat untuk orang lain. Apalagi madrasah adalah tempat menimba ilmu. Usahanya menabung dari hasil jerih payahnya akhirnya terbayarkan. Tahun 2016 Pak Dikun akhirnya pergi haji.

 

Pak Dikun merupakan salah satu contoh dari sekian banyak bukti campur tangan Allah kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Kali ini Allah menghendaki Pak Dikun untuk menjadi tamunya. Pak Dikun telah mantap berniat, berusaha, dan Allah lah yang memegang kendalinya.

 

Seperti yang kita tahu bahwa semua manusia sejatinya telah dipanggil Allah melalui Nabi Ibrahim sejak dahulu, bahkan saat kita belum terlahir di dunia. Maka, masih kah kita menunda untuk pergi di saat orang lain berjuang tanpa lelah untuk memenuhi panggilan suci dari Allah.